PAL Indonesia Pekerjakan 3.000 Karyawan Untuk Proses Produksi Selama Pandemi

PT PAL Indonesia (Persero) sedang mengerjakan pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) pertama TNI AL sekaligus telah mendapatkan kontrak pembangunan Kapal BRS kedua pada beberapa waktu lalu. Sejauh ini, pihaknya mempekerjakan sebanyak 3.000 karyawan untuk penyelesaian produk alutsista dan non alutsista.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PAL Indonesia Pekerjakan 3.000 Karyawan Untuk Proses Produksi Selama Pandemi
Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Shaleh. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

PT PAL Indonesia (Persero) sedang mengerjakan pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) pertama TNI AL sekaligus telah mendapatkan kontrak pembangunan Kapal BRS kedua pada beberapa waktu lalu. Sejauh ini, pihaknya mempekerjakan sebanyak 3.000 karyawan untuk penyelesaian produk alutsista dan non alutsista.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh, mengatakan di tengah pandemi Virus Corona pihaknya tetap mengutamakan upaya mitigasi.

"Kami menyadari bahwa situasi pandemi ini tidak dapat dihindari, pandemi Covid-19 merupakan tantangan global yang mempengaruhi jalannya global supply chain proyek-proyek PT PAL Indonesia (Persero)," ujarnya, Jakarta, Senin (17/8).

"Namun kami tetap memastikan kontribusi kami terhadap ketahanan nasional melalui penyelesaian proyek-proyek strategis seperti Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) yang nantinya akan dioperasikan oleh TNI AL," sambungnya.

Budiman mengatakan, proyek-proyek yang dikerjakan PT PAL Indonesia memiliki multiplier effect ekonomi yang besar. Dalam proyek pembangunan Alutsista maupun non-Alutsista turut melibatkan pekerja (tier 1) serta perusahaan pemasok komponen dan bahan baku kapal (tier 2) dengan kurang lebih terdapat 3000 karyawan yang terdiri dari karyawan organik dan karyawan mitra kerja.

"Selain itu, dampak positif dan manfaat juga akan dirasakan oleh tier yang lebih luas seperti penyedia jasa indekos serta pelaku UMKM di sekitar perusahaan. Sehingga roda perekonomian dapat tetap berputar," jelasnya.

Budiman menambahkan, untuk menjaga agar karyawan tetap bebas dari Virus Corona perusahaan menerapkan sejumlah kebijakan pencegahan. Di antaranya adalah pembatasan kunjungan fisik ekternal dan meniadakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

"Seluruh proyek saat ini dikerjakan secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kami juga melakukan kebijakan preventif seperti pembatasan kunjungan fisik eksternal, peniadaan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa, serta peningkatan standar kebersihan lingkungan maupun personal," tandasnya.

Rekomendasi