Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menegaskan bahwa pemerintah perlu menentukan langkah progresif untuk mengendalikan pandemic virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, pemerintah bisa belajar dari kota dan negara lain di dunia yang lebih dulu mengalami outbreak Covid-19.
"Namun ironisnya belum ada langkah progresif dari pemerintah untuk mengendalikan persebaran Covid-19 tersebut, dan untuk melindungi warganya," kata Tulus kepada Liputan6.com, Kamis (19/3).
Salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah ialah melakukan larangan total penerbangan internasional ke Indonesia, dari manapun asal negaranya.
"Hal ini sudah dilakukan oleh banyak negara, termasuk oleh Malaysia. Penerbangan internasional terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap kasus Covid-19 khususnya untuk kategori imported case," kata Tulus.
Advertisement
Hingga saat ini, dia melihat Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng, Tangerang, Banten, masih beroperasi seperti biasanya.
Menurut penuturan Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, bandara Soekarno-Hatta masih beroperasi normal, dan sampai saat ini masih melayani penerbangan internasional.
Namun diakui penerbangan internasional mengalami pengurangan, karena dampak Covid-19, yang membuat keadaan di Bandara menjadi sepi. Saat ini memang ada kebijakan untuk membatasi penumpang dari empat negara. Yakni China, Iran, Italia dan Korea Selatan.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6