Penerbangan ke China Diberhentikan Sementara, Maskapai Perlu Dapat Insentif

Pengamat Penerbangan Aiac Aviation, Arista Atmadjati menilai, maskapai perlu mendapat insentif sebagai tindak lanjut menyusul penghentian sementara penerbangan sementara dari dan ke China akibat penyebaran Virus Corona.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Penerbangan ke China Diberhentikan Sementara, Maskapai Perlu Dapat Insentif
Ilustrasi pesawat. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/IM_photo

Pengamat Penerbangan Aiac Aviation, Arista Atmadjati menilai, maskapai perlu mendapat insentif sebagai tindak lanjut menyusul penghentian sementara penerbangan sementara dari dan ke China akibat penyebaran Virus Corona.

"Kami mengimbau kepada regulator, selama keadaan belum normal karena dampak Virus corona China, alangkah lebih bagus bila regulator selama larangan sementara terbang ke China, maskapai bisa diberikan insentif atau diskon," kata Arista dikutip Antara, Selasa (4/2).

Menurutnya, dengan adanya penundaan penerbangan dari dan ke China, maka akan berdampak bagi industri penerbangan, yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Citilink Indonesia, serta penerbangan sewa yang menerbangi kota-kota, di antaranya dari Jakarta, Solo, Denpasar, Manado ke Ghuangzhao, Beijing, Shanghai, Sanya Hainan, Chongqing, Kunming, Yaoqiang, Chong Qing, serta wisatawan in bound dari China ke Bali.

"Pemerintah telah membatalkan serta memperhatikan pembekuan sementara pemberlakuan visa on arrival bagi warga China ke Indonesia. Hal ini menurut kami, maskapai reguler maupun sewa akan kehilangan potensi," katanya.

Selain itu, utilisasi pesawat berbadan besar seperti Airbus 330 serta berbadan sedang B 737 800NG dan Airbus 320 diprediksi akan menurun.

Insentif yang Bisa Diberikan

Insentif-insentif tersebut, di antaranya tarif mendarat (landing fee) dan parkir pesawat di seluruh bandara di Indonesia agar maskapai bisa mengalihkan penerbangannya ke rute-rute domestik. Terlebih lagi, Februari masuk ke dalam musim sepi (low season), sehingga insentif tersebut bisa mendorong maskapai untuk kembali bergairah menjalankan bisnisnya.

Insentif lainnya yang bisa diberikan, yakni pengurangan pajak suku cadang pesawat, biaya perawatan (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO), biaya navigasi penerbangan, serta biaya langsung maupun tidak langsung lainnya selama musim sepi dan masih terdampak Virus Corona.

Rekomendasi