Hapus Macet Puncak Bogor, Pemerintah Rencana Buka Jalur Baru dari Jonggol & Citeureup

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membuka jalur baru untuk menuju kawasan Puncak Bogor. Ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut. Rencana pembukaan jalur baru tersebut sudah dikoordinasikan bersama Kementerian PUPR. Pihaknya akan melakukan survei secara bersama.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Hapus Macet Puncak Bogor, Pemerintah Rencana Buka Jalur Baru dari Jonggol & Citeureup
Dirjen Darat Budi Setiyadi Soal Jalur Baru Puncak. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membuka jalur baru untuk menuju kawasan Puncak Bogor. Ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan selama ini untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak Bogor kepolisian hanya mengandalkan buka tutup jalan. Padahal, upaya tersebut belum bisa mengatasi tingginya volume kendaraan yang terjadi pada saat Sabtu dan Minggu.

"Kita harus sudah melihat kepada pembangunan infrastruktur yang lain di sekitar Puncak 2 maupun Puncak 3," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (31/7).

Budi mengatakan sejauh ini rencana pembukaan jalur baru tersebut sudah dikoordinasikan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pihaknya akan melakukan survei secara bersama dan menggelar rapat hasil evaluasi terkait temuan-temuan yang ada di lapangan.

"Saya sudah membentuk kerjasama dengan Kementerian PUPR hasil dari itu semua nanti akan kita lakukan survei bareng setelah itu baru akan kita lakukan rapat koordinasi sehingga jangka panjangnya apa yang kita lakukan," katanya

"Memang menurut saya perlu ada jalan baru. Jangka panjang itu membuka Puncak 2 Puncak 3 itu yang dari Citeureup sama Jonggol. Jadi mobil-mobil yang dari Jakarta mau ke arah Cianjur tidak usah lewat Puncak," sambungnya.

Budi melanjutkan, untuk jalan baru tersebut masing-masing jaraknya akan berbeda. Untuk jalur Puncak 3 dibutuhkan sampai dengan 100 kilometer (Km). Kendati begitu dia mengakui, dalam implementasinya masih ada beberapa kendala seperti jalur yang dianggap belum memadai.

"Akses jalannya masih ada yang sempit masih ada yang masih jurang dan kita tanyakan lagi sama PUPR," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi kepadatan di jalur puncak, sementara waktu pihaknya tetap akan melakukan rakayasa lalu lintas seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Mulai dari buka tutup jalan, hingga menertibkan beberapa kendaraan yang parkir di bahu jalan.

Rekomendasi