Fakta tentang Renminbi atau Yuan untuk Perdagangan Internasional

Renminbi atau yuan menjadi mata uang untuk transaksi perdagangan internasional. bagaimana penjelasannya

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Fakta tentang Renminbi atau Yuan untuk Perdagangan Internasional
Dollar AS vs Yuan China. ©2015 Merdeka.com

Transaksi perdagangan internasional Indonesia-China menggunakan renminbi atau mata uang China Yuan. Kabar tentang penggunaan renminbi menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bahkan ada masyarakat yang beranggapan bahwa mata uang China itu bakal menggantikan Rupiah.

Lalu, seperti apa maksud penggunaan renminbi yang sebenarnya? Berikut penjelasannya:

Saat ini beberapa negara masih menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menjelaskan keuntungan menggunakan renminbi dalam perdagangan internasional.

Menurut Dino, mata uang renminbi lebih stabil dibanding dolar AS. Sehingga membuat cost transaksi "lebih aman, walaupun tidak terjamin total".

Tak hanya itu saja, penggunaan renminbi dalam perdagangan internasional bisa mengurangi risiko. Menurut Dino, mata uang renminbi lebih stabil, sedangkan dolar AS masih terus alami fluktuatif atau mudah naik turun terhadap mata uang negara lain.

"Makanya Tiongkok menawarkan menggunakan yuan dibanding dollar AS, karena risikonya memang lebih kecil, sementara kalau dollar risikonya ditambah. Fluktuasi dollar juga cukup tinggi," ujar Dino.

"Yang jelas, pengaruh renminbi makin besar. Contohnya mata uang euro misalnya, sekarang sudah tergantung dan terpengaruh pada pertukaran dollar renminbi. Jadi kalau renminbi naik, dollar naik," ucapnya.

Mata uang China, Renminbi, hanya digunakan dalam transaksi perdagangan internasional. Meski begitu, beberapa transaksi di China juga ada yang menggunakan dolar AS.

"Tiongkok sendiri juga masih sebagian besar menggunakan Dolar AS kalau mereka berdagang," kata Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal.

Renminbi ternyata memiliki nilai mata uang yang lebih rendah dibanding dolar AS. Jadi, kabar tentang penggunaan renminbi bisa menguntungkan dunia usaha. Perlu diketahui, 1 USD = Rp 14.000. Sedangkan 1 Renminbi = Rp 2.033. Perbedaannya sangat jauh.

"Nilai Renminbi memang sudah dilemahkan, tapi masih lebih rendah dari dolar AS. Jadi buat neraca perdagangan kita bisa lebih baik dan kemungkinan guncangan dolar AS tidak ada. Jadi ini menguntungkan dunia usaha," kata Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi.

Meski begitu, tetap ada batasan dan peraturan penggunaan renminbi dalam perdagangan internasional. Indonesia harus punya peraturan yang menguntungkan dalam negeri dan keuntungan kedua belah pihak.

"Asal terms-nya (peraturannya) terms-nya kita. Jadi kalau orang mau kasih bantuan ke kita, ada modalnya dan paket kerja samanya, (tapi) terms-nya, TOR-nya itu harus kita yang menentukan," kata Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan 10 persen perdagangan Indonesia-China menggunakan renminbi.

Meski begitu, tak hanya renminbi yang digunakan sebagai transkasi perdagangan internasional. Pemerintah juga menggunakan tiga mata uang asing lain, seperti dolar AS, yen dan euro. Sementara mata uang lainnya berjumlah di bawah satu persen.

"Kita punya dolar AS, euro, yen, kita bisa hitung kira-kira dia (renminbi) masih kompetitif enggak, kalau dia kompetitif sebenarnya ada ruang untuk kita gunakan," kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR kementerian Keuangan (Kemenkeu) Loto Srinaita Ginting.

Rekomendasi