Pemilihan Presiden/ Pilpres 2019 telah selesai dilakukan. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Internasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, mengatakan salah satu tugas berat yang nantinya akan diemban oleh pemimpin selanjutnya yakni harus mampu melakukan reformasi di sektor ketenagakerjaan dan perpajakan.
Sebab, kedua sektor ini dinilai cukup berdampak terhadap daya saing bagi perekonomian Tanah Air. "Karena kompetitif menjadi penting karena kita melawan negara negara lain juga ya kan. Baik itu nanti dari sisi ekspor perdagangannya, investasi, cari investor untuk masuk itu kan semua hubungannya dengan kompetitif dan daya saing," kata Shinta ketika dihubungi merdeka.com, Kamis (18/4).
Tugas penting lainnya adalah bagaimana pemerintah selanjutnya harus mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Caranya dengan mengembangkan kembali program kecocokan antara pendidikan dan kebutuhan industri.
"Kedepan kita perlu fokus juga untuk soft infrastrukturnya. Yaitu SDM-nya, pengembangan SDM-nya. Maka itu menjadi satu prioritas," sebutnya.
Kemudian yang terakhir, kata dia, adalah bagaimana pemerintah komitmen dan menjaga ketahanan ekonomi nasional, baik secara makro maupun mikro. "Jadi fundamental ekonominya harus kuat fiskal ekonominya, fiskalnya, fiskal policy-nya."
"Pemerintah sekarang sudah on track, sekarang kita tinggal terus. Jadi ini harus kta percepat jalannya jadi kita harus teruskan jalannya kita mesti perbaiki hal-hal yang masih kurang," pungkasnya.
Sebelumnya, Hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 beberapa lembaga survei menunjukkan hasil keunggulan pasangan Jokowi-Maruf dibanding Prabowo-Sandi. Peneliti Indef, Bhima Yudhistira, menyebutkan unggulnya petahana dalam posisi sementara hitung cepat diprediksi program-program selama lima tahun terakhir akan dilanjutkan, seperti pembangunan infrastruktur dan program unggulan lainnya baik yang sudah ada maupun yang baru ditawarkan saat kampanye.