Menko Darmin Soal Pemboikotan Produk Eropa : Dia Siap, Nanti Susah Kita

Menko Darmin meminta agar Pemerintah Uni Eropa dapat mempertimbangkan kembali dan menggunakan produk ekspor CPO dari Indonesia.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Menko Darmin Soal Pemboikotan Produk Eropa : Dia Siap, Nanti Susah Kita
Darmin Nasution. ©2018 Istimewa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution masih mempertimbangkan soal rencana pemerintah untuk memboikot produk asal Uni Eropa. Sebab, apabila pemerintah melawan kampanye hitam Eropa dengan cara itu, maka dampaknya akan berimbas kepada Indonesia.

"(Rencana pemboikotan?) Itu nanti jangan diterang terangin, dia siap nanti susah kita," katanya saat ditemui di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Selasa (26/3).

Oleh karena itu, pemerintah akan terus berjuang melawan bentuk kampanye hitam yang dilakukan Uni Eropa terkait produk minyak kelapa sawit atau CPO Indonesia. Dia pun meminta agar Pemerintah Uni Eropa dapat mempertimbangkan kembali dan menggunakan produk ekspor CPO dari Indonesia.

"Iya ini masih berjuang supaya (ini bisa diselesaikan). (Intinya) kita berjuang supaya itu tidak terjadi. Atau ada perubahan, bagaimana dampaknya ya nanti tergantung perubahannya gimana," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah memberi sinyal akan melarang produk-produk asal Uni Eropa. Rencana ini merupakan imbas dari kampanye negatif terhadap kelapa sawit asal Indonesia oleh Uni Eropa.

"Kita harus punya pilihan hidup ini. Jadi kita juga harus tegas. Kita tidak mau didikte. Jadi orang suka bilang, seolah-olah presiden mau diatur. Sama sekali tidak pernah bisa diatur. National interest kita itu di atas segala-galanya," kata Luhut beberapa waktu lalu.

Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mendukung rencana hal tersebut. Sebab, jika kelapa sawit diboikot maka berdampak kepada 15 juta pekerja dan petani sawit di Indonesia, sehingga daya beli pun akan turun.

"Karena kalau sawit diboikot maka akan merugikan setidak-tidaknya 15 juta para pekerja. Maka mereka daya belinya turun, ekonomi kita bisa rusak maka kita tidak beli barang eropa. Bisa terjadi itu," kata JK.

Tak hanya pemerintah, kalangan pengusaha juga mendukung pelarangan produk Uni Eropa. Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor menyebutkan pengusaha nasional siap mendukung semua langkah yang akan diambil oleh pemerintah dalam melawan UE.

"Mendukung pemerintah, apapun yang dilakukan pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerintah pengusaha siap mendukung dan pengusaha ikut serta bersama pemerintah," kata dia.

Rekomendasi