Sandiaga Uno: Kita Setop Impor Pangan, Reklamasi dan Hadirkan Harga Pangan Murah

Dalam debat nanti, Sandiaga menyebut bahwa Prabowo akan menyampaikan cara membuat harga pangan lebih murah untuk emak-emak. Selain itu, tim Prabowo juga akan fokus pada kesejahteraan petani dengan tidak melakukan impor saat musim pangan.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Sandiaga Uno: Kita Setop Impor Pangan, Reklamasi dan Hadirkan Harga Pangan Murah
Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Liputan6.com

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Uno mengklaim bahwa Calon Presiden Prabowo Subianto sudah siap menghadapi debat kedua capres yang mengangkat tema ekonomi yaitu infrastruktur, pangan, energi, lingkungan hidup dan sumber daya alam. Dari data yang dikumpulkan tim Sandiaga, lebih dari 50 persen masyarakat meminta masalah pangan dibahas secara mendalam.

"Debat membahas mendalam masalah pangan, karena harga bergejolak, tidak stabil dan membebani masyarakat," kata Sandiaga di Kertanegara, Jakarta, Minggu (17/2).

Dalam debat nanti, Sandiaga menyebut bahwa Prabowo juga akan menyampaikan cara membuat harga pangan lebih murah untuk emak-emak. Selain itu, tim Prabowo juga akan fokus pada kesejahteraan petani dengan tidak melakukan impor saat musim pangan.

"Prioritas kita sejahterakan petani. Setop impor saat panen, kita pastikan mereka (petani) punya kesempatan harga yang layak," katanya.

Selain swasembada pangan, Prabowo dalam debat kali ini juga akan menjelaskan mengenai kebijakan energi. Di mana, Indonesia mempunyai sumber daya energi melimpah dan Prabowo-Sandi berjanji akan menghadirkan energi dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

"Negeri ini punya sumber daya energi yang banyak dan kita ingin harga terjangkau untuk masyarakat."

Terkait infrastruktur, Sandiaga mengapresiasi pembangunan yang telah dilakukan pemerintah Jokowi. Namun, pembangunan seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja baru. "Infrastruktur dibangun kita apresiasi, tapi harus menciptakan lapangan kerja.

Dalam sektor lingkungan, Sandiaga memastikan bahwa pihaknya akan menyetop semua reklamasi di Indonesia. Termasuk di Jakarta. Reklamasi dalam pandangannya membahayakan lingkungan hidup dan mengancam ekosistem.

"Kita ingin lingkungan berkelanjutan, kita akan menyetop reklamasi yang merusak. Selain itu, kita setop kebocoran hasil ekspor yang tidak kembali ke Indonesia."

Rekomendasi