Jakarta Berpotensi Raup Investasi USD 30 Miliar Hingga 2030, Ini Rinciannya

Rinciannya, energi terbarukan berpotensi meraup investasi USD 3 miliar, kendaraan listrik USD 7 miliar, pengolahan sampah USD 725 juta, transportasi publik USD 660 juta, urban water USD 3 juta dan bangunan hijau (green building) USD 16 miliar.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jakarta Berpotensi Raup Investasi USD 30 Miliar Hingga 2030, Ini Rinciannya
Gedung Jakarta. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Analisis International Finance Corporation (IFC), Sandra Pranoto menyebut bahwa Jakarta memiliki potensi investasi sebesar USD 30 miliar hingga 2030 nanti. Potensi investasi ini meliputi beberapa poin yang terdiri dari transportasi publik, energi terbarukan, kendaraan elektrik, pengolahan sampah (waste) dan urban water.

Rinciannya, energi terbarukan berpotensi meraup investasi USD 3 miliar, kendaraan listrik USD 7 miliar, pengolahan sampah USD 725 juta, transportasi publik USD 660 juta, urban water USD 3 juta dan bangunan hijau (green building) USD 16 miliar.

Data tersebut terungkap dari paparan materi Green Building Leader IFC Sandra Pranoto dalam agenda Media Sharing Green Buildings in Indonesia: Maximizing Building Resources Efficiency di Kantor IFC, Bursa Efek Indonesia.

Sandra juga menegaskan, potensi terbesar ada di poin green building sehingga dia sangat menganjurkan para investor dan developer untuk memanfaatkan peluang ini.

"Apalagi di green building itu bisa sampai USD 16 miliar, hampir setengahnya. Bayangkan kalau kita investasi hanya di poin waste, itu tidak sampai USD 1 miliar. Potensinya sangat besar."

Jika dilihat secara global, IFC telah mengidentifikasi adanya potensi investasi yang berkonsentrasi pada isu perubahan iklim sebesar USD 29 triliun, lebih dari 70 persennya berasal dari topik green building, yaitu sekitar USD 24,7 triliun. Data ini didapat dari IFC's Climate Investment Opportunities in Cities, November 2018 lalu.

Sementara menurut IFC Market Intelligence Report, sampai Juni 2018 lalu pertumbuhan market green building yang mencakup perumahan, kantor dan toko diprediksi mencapai 25 persen pada 2025 di Indonesia. Sampai 2025 nanti, total green market akan mencapai USD 4 miliar dari total USD 48 miliar.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi