Nilai tukar Rupiah terhadap USD terus mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Hari ini Rupiah dibuka pada level Rp 14.035, menguat jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 14.092 per USD.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan ada empat faktor yang membuat Rupiah mengalami perbaikan positif. Pertama, kepercayaan investor asing menanam dananya di Indonesia terus menguat dilihat dari aliran dana masuk.
"Satu bahwa confident investor asing terus kuat dan itu terbukti dari terus masuknya aliran modal asing tidak hanya PMA tapi juga investasi portofolio baik di obligasi saham maupun jenis-jenis aset lain," ujar Perry di Kantor ISEI, Jakarta, Senin (28/1).
Kedua, penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa di antaranya adalah menghilangkan prosedur yang tidak penting dalam rangka mendorong ekspor dan melakukan penataan logistik.
"Selanjutnya kita akan kontribusi dan kerjasama dengan pemerintah untuk dorong ekspor baik otomotif, elektronik, garmen maupun mamin. Di samping mempersiapkan kebijakan lanjutan untuk substitusi impor baik di baja maupun farmasi," jelasnya.
Ketiga adalah mekanisme pasar yang semakin berkembang bahwa pasar tidak hanya bergantung pada spot, swap tapi juga Domestic Non Delivery Forward (DNDF). "Dari waktu ke waktu volume DNDF terus berlangsung. Kami pastikan bahwa likuiditas valas ada. Baik di spot, swap dan DNDF," jelasnya.
Faktor keempat penguatan Rupiah, kata Perry, adalah ketahanan eksternal Indonesia yang semakin membaik termasuk sisi transaksi berjalan lebih rendah dan aliran modal asing. "Surplus neraca modal yang semakin meningkat, jadi secara keseluruhan sisi fundamental neraca pembayaran lebih baik dengan CAD yang menurun dan siklus neraca modal semakin meningkat," tandasnya.