Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang di ambang kebangkrutan. Dia mengklaim, lesunya BUMN dikarenakan para elite yang doyan makan duit negara.
Direktur Utama Garuda Indonesia Airlines (GIA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) mengatakan jika Garuda Indonesia sudah bangkrut, berarti dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai dirut. Menurutnya, kata yang tepat untuk kondisi saat ini adalah penuh tantangan bukan kebangkrutan.
"Garuda saja ya jangan BUMN ya. Saya juga gak berhak komen, siapa pak Prabowo. Sebagai CEO Garuda, jadi kalau bangkrut mungkin saya udah tidak di sini," kata Ari di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (15/1).
Dia juga menegaskan Garuda Indonesia merupakan perusahaan yang terdaftar di bursa saham, sehingga semua laporan keuangannya dibuka kepada publik dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
"Garuda terbuka, keterbukaan itu harus dibuka kerugiannya. Garuda adalah sebagai listed company bahwa bisa dibuka setiap 3 bulan kita cantumkan kerugian kita berapa," ujarnya.
Dia mengungkapkan sejak tahun 2017 Garuda memang menderita kerugian. Namun seiring berjalannya waktu angka kerugiannya mengalami penurunan.
"Dari tahun 2017 kita rugi USD 237 juta itu sekitar Rp 3,6 triliun. Per September 2018 itu rugi USD 142 juta itu sekitar Rp 2 koma sekian Triliun. Listed company itu Garuda satu-satunya maskapai yang terbuka itu tidak ada yang ditutup-tupi," ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo menyinggung kondisi BUMN di Indonesia.
"Kita lihat BUMN kebanggaan kita, satu-satu hancur, bangkrut, tanya saja Garuda pilot-pilotnya, tanya pertaminan, PLN, tanya pabrik milik negara, elite itu tak perlu kau kagumi. Aku tahu satu-satu, lagaknya saja itu," tuding Prabowo di kata Prabowo saat bertemu relawan di Roemah Djoeang, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu (13/1).