Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memantau kondisi kelistrikan Jawa-Bali, dengan mendatangi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, di Probolinggo Jawa Timur. Dia mengatakan PLTU Paiton, sebagai tulang punggung kelistrikan Pulau Jawa dan Bali khususnya unit 1 dan 2, saat ini cukup andal dalam memasok listrik untuk memenuhi kebutuhan wilayah tersebut.
"Saya dengar laporan PJB (Pembangkitan Jawa Bali), ekspektasinya ini sudah sangat bagus," kata Menteri Jonan, di komplek PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (8/1).
Menurut Menteri Jonan, PLTU Paiton Unit 1 dan 2 yang dikelola PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton tersebut sudah memenuhi pengolahan terbaik. Hal ini terbukti dari penghargaan yang telah diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Ini komplek PLTU terbesar di Jawa ini akan sensitif apabila pengelolaan tidak dilakukan dengan baik," tuturnya.
Menteri Jonan pun meminta, agar PLTU tersebut mempertahankan kelestarian lingkungannya. Juga terus mengurangi polusi udara dengan menggunakan teknologi yang lebih mutakhir. "Ke depan saya minta bisa dipertahankan, juga polusi udara sulfur, ditingkatkan teknologinya bisa mengurangi polusi udara," tandasnya.
PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton mengoperatori PLTU Paiton Unit 1 dan 2 masing-masing berkapasitas 400 Mega Watt (MW). Selain itu juga PLTU Piton Unit 9 dengan kapasitas 651 Mega Watt (MW).
Ke tiga unit PLTU Menyubang 5,2 persen sistem kelistrikan Jawa, Madura dan Bali (Jamali) melalui sistem 500 kilo Volt (kV).
PLTU ini berada di salah satu kawasan PLTU Paiton dengan luas area 140 Ha dan mulai beroperasi sejak tahun 1993. PLTU Paiton dikukuhkan sebagai fast-track power plant of the year pada ajang Asian Power Awards, untuk kategori Coal Power Project of The Year.
Beberapa inovasi PLTU ini yang telah dilakukan pada tahun 2018 diantaranya, efisiensi energi, penurunan emisi dengan mengganti pola bukaan continuous blow down pada proses produksi tenaga listrik, efisiensi air, pemanfaatan dan pengelolaan limbah B3 dan Non-B3 serta pengelolaan lingkungan.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6