Lion Air Indonesia tengah mengkaji untuk tidak melanjutkan perjanjian jual beli pesawat dengan Boeing Co. Menurut sumber Reuters, rencana ini muncul karena Lion Air melihat bahwa Boeing terkesan tidak bertanggungjawab atas kecelakaan pesawat 737 yang menewaskan 189 orang para akhir Oktober 2018.
Dikutip dari Reuters, Pendiri Lion Air Indonesia Rusdi Kirana sangat marah karena dia melihat Boeing terkesan menyalahkan Lion Air atas kecelakaan tersebut. Padahal yang sebenarnya yang terjadi adalah Boeing mengubah desain pesawat.
Menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, Rusdi Kirana tengah melihat kemungkinan untuk membatalkan pesanan yang tersisa dari Boeing. Sumber lain mengatakan hal yang sama. Lion Air berencana untuk tidak meneruskan perjanjian kerja sama.
Namun memang, sejauh ini belum ada keputusan bulat mengenai rencana pembatalan pesanan tersebut.
Untuk diketahui, saat ini Lion Air tengah menunggu datangnya 190 pesawat Boeing yang telah dipesan dengan nilai perjanjian mencapai USD 22 miliar. Dengan pemesanan ini, Lion Air merupakan pelanggan luar negeri terbesar Boeing.
Sejauh ini, pihak Lion Air menolak untuk berkomentar. Sedangkan juru bicara Boeing mengatakan bahwa saat ini proses investigasi tengah berlangsung dan perusahaan sangat menghormati proses tersebut.
"Boeing juga terus mendukung pelanggan untuk melalui masa-masa yang sangat sulit," kata dia.