Pertamina Dapat Penggantian Rp 18,8 Triliun Atas Beban Biaya Salurkan Solar di 2017

PT Pertamina (Persero) akan mendapat penggantian dari pemerintah, atas penyaluran solar‎ subsidi di 2017 mencapai USD 1,3 miliar atau setara Rp 18,8 triliun (Rp 14.528 per USD). Hal tersebut tentu akan meringankan beban keuangan perusahaan. Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pertamina Dapat Penggantian Rp 18,8 Triliun Atas Beban Biaya Salurkan Solar di 2017
Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

PT Pertamina (Persero) akan mendapat penggantian dari pemerintah, atas penyaluran solar‎ subsidi di 2017 mencapai USD 1,3 miliar atau setara Rp 18,8 triliun (Rp 14.528 per USD). Hal tersebut tentu akan meringankan beban keuangan perusahaan.

‎Diretur Keuangan Pertamina, Pahala Mansuri, mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018, menetapkan beban biaya tambahan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan akan mendapat penggantian dari negara.

"Sesuai Perpres 43, bahwa untuk BBM penugasan pun nanti ada penggantian dalam bentuk berapa atas dasar formula dibandingkan total biaya kita," kata Pahala, saat menghadiri Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Rabu (27/11).

‎Menurut Pahala, atas beban biaya tambahan penyaluran solar subsidi pada 2017, Pertamina akan mendapat penggantian dari pemerintah sebesar USD 1,3 miliar. Penggantian beban tambahan tersebut akan dibayar tahun ini. "Total pergantian yang kita bisa peroleh USD 1,2 - 1,3 miliar. Kalapun ada biaya yang ditanggung Pertamina, maka akan digantikan," tuturnya.

Pahala mengungkapkan, dengan penerapan peraturan baru tersebut, dapat meringankan beban Pertamina dalam menjalankan tugas penyaluran BBM subsidi‎ dan penugasan. Dia pun berharap, beban biaya atas penyaluran BBM penugasan atau Premium yang dilakukan pada tahun ini juga diganti pada 2019. "Itu diperhitungkan formula untuk premium atau solar. Untuk pergantian itu tadi. kalaupun ada beban, ini sifatnya sementara, nanti akan ada pergantian," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi