Hingga Oktober 2018, pencampuran B20 dan solar capai 2,53 juta kl

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, ‎realisasi penyerapan biodiesel sampai kuartal III-2018 sudah mencapai 2,53 persen dari target tahun ini sebesar 3,92 juta KL.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Hingga Oktober 2018, pencampuran B20 dan solar capai 2,53 juta kl
Peluncuran perluasan penggunaan Biodiesel. ©2018 Merdeka.com

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, ‎realisasi penyerapan biodiesel sampai kuartal III-2018 sudah mencapai 2,53 persen dari target tahun ini sebesar 3,92 juta KL.

"Sampai Oktober 2018 2,53 juta kl kurang lebih 60 persen‎," kata Rida, di Kantor Ditjen EBTKE, Jumat (26/10).

Rida mengakui, pelaksanaan pencampuran 20 persen biodiesel dengan solar (B20) belum optimal, sebab masih terkendala logistik. Sementara untuk pasokan biodiesel yang dicampur solar cukup memenuhi kebutuhan.

"Kami mengakui B20 belum optimal, tapi lebih baik, karena dari logistik. Sementara sisi produksi mencukupi," ujarnya.

Rida mengungkapkan, penerapan program B20 berpotensi menghemat USD‎ 2,10 miliar atau setara Rp 30,590 triliun, dengan penyerapan 3,9 juta kl. Penghematan tersebut tercipta dari penggantian porsi solar 20 persen dengan acuan harga minyak Singapura (Mean Of Platts Singapura/MOPS).

"2019‎ mudah-mudahan ratai pasok disederhanakan mudah-mudahan mengejar 6,5 juta kl saya optimis. ‎Pengematan USD 3,34 miliar atau Rp 49 triliun," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi