Pengusaha soal Rupiah melemah: Ini bukan krisis seperti 1998, jadi tidak khawatir

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, depresiasi yang saat ini terjadi tidak sama dengan saat krisis moneter 1998. Sehingga pengusaha tidak terlalu khawatir akan hal ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pengusaha soal Rupiah melemah: Ini bukan krisis seperti 1998, jadi tidak khawatir
Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Pengusaha menyebut bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Meski demikian, depresiasi ini perlu diantisipasi agar tidak merugikan dunia usaha.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, depresiasi yang saat ini terjadi tidak sama dengan saat krisis moneter 1998. Sehingga pengusaha tidak terlalu khawatir akan hal ini.

"Ini bukan krisis yang sama seperti 1998. Jadi mungkin kita tidak perlu khawatir seperti itu," ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (7/9).

Menurut dia, saat ini para pelaku usaha juga telah melakukan antisipasi terkait pelemahan ini. Salah satunya dengan melakukan efisiensi.

‎"Pelaku usahakan punya strategi dalam negeri. Tapi efisiensi itu pasti akan ada pengaruhnya. Ada yang mengatakan pengetatan ikat pinggang, jelas ada. Kita harus mengantisipasi mungkin proyek-proyek tidak bisa terlalu ekspansif. Pemerintah sendiri mengerem jadi pasti ada dari segi pengereman dan pengendalian proyek-proyek tidak bisa berjalan seperti normal," kata dia.

Selain itu, dengan adanya depresiasi ini, lanjut Shinta, para pengusaha juga mulai melakukan lindung nilai (hedging) terutama untuk utang luar negerinya. Hal ini diharapkan bisa menekan dampak dari depresiasi terhadap keuangan perusahaan.

"Jadi ini sekarang sudah mulai kelihatan perusahaan banyak yang antisipatif, hedging sudah dilakukan. Ini saya rasa sama sama harus kita lalui," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi