Milik stok 2,7 juta ton, Bulog belum berencana kembali lakukan impor beras

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menyatakan sebelumnya stok di gudang Bulog sebesar 1,2 juta ton. Stok tersebut terus meningkat dengan penyerapan beras petani dalam negeri yang dilakukan oleh Bulog. Selain itu, hingga September akan ada lagi tambahan beras yang masuk sehingga stok bisa mencapai 3,7 juta ton.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Milik stok 2,7 juta ton, Bulog belum berencana kembali lakukan impor beras
Stok beras BULOG. ©2018 Humas BUMN

Perum Bulog memastikan tidak akan melakukan impor beras dalam waktu dekat. Perusahaan pelat merah tersebut mengaku saat ini memiliki stok beras mencapai 2,7 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menyatakan sebelumnya stok di gudang Bulog sebesar 1,2 juta ton. Stok tersebut terus meningkat dengan penyerapan beras petani dalam negeri yang dilakukan oleh Bulog.

"Beras kita hampir 2,5 juta ton, bahkan 2,7 ton. Itu sebelumnya sudah ada 1,2 juta ton yang lalu," ujar dia di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (31/7).

Selain itu, hingga September akan ada lagi tambahan beras yang masuk ke gudang Bulog dari penyerapan dalam negeri. Dengan demikian, stok beras yang dimiliki Bulog bisa mencapai 3,7 juta ton.

"Mungkin sekitar sampai September dari dalam negeri itu 1 juta ton. Kelompok tani siap berikan pada kita. Itu dari Juli-September. Kalau ditambah 1 juta ton, bisa 3,7 juta ton.‎ (Penyerapan) Harian kita kira 9 ribu-10ribu ton dari semua wilayah. Yang sekarang panen yang sekarang surplus kita ambil," jelas dia.

Dengan posisi stok seperti saat ini, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, memastikan pihaknya belum akan membuka keran impor beras dalam waktu dekat meski telah mengantongi izin impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Makanya kita tidak mau impor dulu karena yang lama saja belum (habis)," tandas dia.

Reporter:‎ Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi