Pegadaian prediksi peningkatan permintaan gadai untuk Lebaran dimulai pekan depan

Hilda mengatakan, rata-rata masyarakat yang datang menggadaikan barangnya yakni dengan alasan berbagai kebutuhan. Terlebih mendekati Idul Fitri dikatakan dia banyak masyarakat yang menggadaikan kendaraannya untuk kebutuhan mudik Lebaran. Masyarakat yang datang ke pegadaian sekitar 80 persen barang yang digadaikan emas.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Pegadaian prediksi peningkatan permintaan gadai untuk Lebaran dimulai pekan depan
pegadaian. ©2016 merdeka.com/istimewa

PT Pegadaian (Persero) memproyeksi puncak tren permintaan pembiayaan melalui gadai akan terjadi saat awal bulan puasa. Namun demikian, sejumlah pusat pegadaian yang berada di Bekasi belum menunjukkan peningkatan permintaan pembiayaan secara signifikan pada awal bulan puasa ini.

Asisten Manager Pegadaian Cabang Bekasi Utama, Hilda Safrianti, mengungkapkan untuk diawal bulan puasa sendiri masih belum menunjukkan adanya peningkatan dari masyarakat yang ingin menggadaikan barangnya. Menurutnya, peningkatan justru akan terjadi di pertengahan puasa.

"Sekarang masih standard sih ya belom ada peningkatan, kalau Senin (Minggu besok) nah itu baru kelihatan pergerakannya," ungkapnya kepada merdeka.com, saat ditemui di Kantornya, Bekasi, Senin (21/5).

Hilda mengatakan, rata-rata masyarakat yang datang menggadaikan barangnya yakni dengan alasan berbagai kebutuhan. Terlebih mendekati Idul Fitri dikatakan dia banyak masyarakat yang menggadaikan kendaraannya untuk kebutuhan mudik Lebaran.

"(Kebutuhan) Semuanya sih hampir komplit, jadi bisa kebutuhan juga bisa mudik kan. Kalau untuk kendaraan biasanya mereka mudik, digadai sekaligus nitip kan," imbuhnya.

"Biasanya kalau untuk kendaraan di minggu minggu terakhir itu biasanya baru banyak karena kan pulang kampung tak semuanya bawa kendaraan. Kalau minggu ini belum ada pergerakan, masih biasa aja," tambah Hilda.

Meski demikian, dikatakan Hilda kebanyakan masyarakat yang datang ke pegadaian sekitar 80 persen barang yang digadaikan merupakan emas. Sisanya adalah elektronik dan kendaraan.

"(Paling banyak) Perhiasan dan kendaraan bermotor. Kalau perhiasan 80 persen dan 20 persen sisanya elektronik lain dan kendaraan," ujarnya

Sementara itu, di tempat terpisah, Pegadaian CP Kemang Pratama Bekasi telah menunjukkan peningkatan gadai sekitar 20 persen pada awal bulan puasa ini. Namun peningkatan tersebut terjadi bukan karena kebutuhan masyarakat jelang Lebaran. Akan tetapi lebih banyak untuk keperluan pembiayaan sekolah.

"Ada (Peningkatan) 20 persen. Tapi lebih untuk pendaftaran ulang sekolah bukan untuk puasa atau Lebaran," ujar Staff Administrasi Pegadaian CP Kemang Pratama Bekasi, Fia Anggraini.

PT Pegadaian wilayah VI Makassar memprediksi terjadi kenaikan capaian saldo pinjaman atau outstanding loan (OSL) akibat gadai emas pada Ramadan tahun ini menembus angka Rp 4,6 triliun. "Jadi pada awal Ramadan ini kita prediksi OSL naik sebesar 8 persen menjadi RP 4,6 triliun khusus untuk di wilayah Makassar, " kata Kepala VI Pegadaian Makassar Benzani dikutip dari Antara di Makassar.

Pihaknya mengakui jika prediksi itu disesuaikan dengan tren pada setiap tahunnya. Dan pihaknya sudah menyiapkan antisipasi untuk melayani potensi gadai emas yang begitu besar pada bulan suci ini.

Dia menjelaskan, untuk tren peningkatan gadai emas memang selalu rutin terjadi di awal Ramadan. Dan pada 10 hari jelang perayaan Idul Fitri justru yang mengalami peningkatan adalah tebusan masyarakat yang ingin mengambil kembali emas yang digadaikan sebelumnya.

Menurut dia, kebiasaan masyarakat selama ini memang akan berusaha keras untuk menebus emas yang sudah digadainya agar bisa digunakan pada saat Lebaran dan melakukan silaturahmi dengan keluarga masing-masing.

"Jadi seperti itu tren pada setiap tahun. Jadi pada awal -awal Ramadhan seperti saat ini sudah mulai banyak yang mengadaikan kemudian menebusnya jelang Lebaran nanti," jelasnya.

Rekomendasi