Kadin: Penambahan cuti Lebaran di luar perencanaan kita

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, mengatakan sebenarnya para pengusaha telah menyiapkan langkah antisipasi setelah pemerintah menetapkan cuti bersama Lebaran. Namun dengan adanya penambahan jumlah hari cuti, maka pengusaha terpaksa memutar otak untuk membuat produksi dan usahanya tetap berjalan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kadin: Penambahan cuti Lebaran di luar perencanaan kita
Rosan Roeslani. ©2018 Merdeka.com

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan penambahan hari cuti bersama Lebaran berpotensi mengganggu ekonomi nasional. Sebab, banyaknya hari libur akan membuat produktivitas semakin rendah.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, mengatakan sebenarnya para pengusaha telah menyiapkan langkah antisipasi setelah pemerintah menetapkan cuti bersama Lebaran. Namun dengan adanya penambahan jumlah hari cuti, maka pengusaha terpaksa memutar otak untuk membuat produksi dan usahanya tetap berjalan.

"Kan tadinya pengusaha sudah antisipasi dengan libur yang diumumkan sebelumnya. Nah dengan adanya penambahan ini jadi di luar planning (rencana) kita," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/5).

Dia mengungkapkan, dampak yang paling terasa dari penambahan cuti bersama ini adalah penurunan produktivitas di sektor industri. Selain itu, beban biaya yang harus ditanggung pengusaha akan meningkat agar industrinya bisa tetap beroperasi saat masa cuti bersama.

"Jadi belum lagi produktivitas kita bisa menurun. Kemudian otomatis kita harus membayar dengan biaya lembur yang tinggi," kata dia.

Panjangnya masa cuti bersama ini, lanjut Rosan, juga berdampak pada pasar modal. Dia khawatir karena libur yang terlalu lama membuat investor asing menarik dananya di Indonesia.

"Belum lagi dari sisi capital market, pasar modal langsung menarik uangnya, dananya, karena para investor asing ini tidak mau dananya mengendap begitu lama. Karena di pasar modal kan perubahannya begitu cepat," jelas dia.

Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah bisa mencari jalan tengah dari permasalahan ini. Dengan demikian, masyarakat tetap mendapatkan jatah libur Lebaran yang cukup dan industri tidak terganggu dengan adanya cuti bersama ini.

"Jadi mungkin seperti perbankan dan kliring itu tetap akan buka. Mungkin yang lain akan diumumkan secara langsung," tandas dia.

Reporter:‎ Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi