Kepercayaan investor bisa berkurang ke Indonesia, ini penyebabnya

Investor akan melihat kasus rekaman Menteri Rini sebagai preseden buruk, BUMN tidak fleksibel karena selalu diatur-atur dan akhirnya investor nanti tidak mau lagi membiayai proyek-proyek BUMN.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kepercayaan investor bisa berkurang ke Indonesia, ini penyebabnya
gedung BUMN. wordpress.com

Presiden Joko Widodo kembali diingatkan untuk segera merespons kasus beredarnya rekaman viral percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Sofyan Basir yang diduga membahas fee proyek LNG di Banten. Sebab, rekaman percakapan itu bisa jadi bukti bermasalahnya pengelolaan BUMN dan akan mengurangi kepercayaan investor berinvestasi di Indonesia.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra el Talattov mengatakan, dalam rekaman percakapan itu juga kental nuansa kolusi.

"Percakapan yang kental nuansa kolusi, menunjukkan adanya intervensi yang tidak sehat di BUMN," kata Abra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (3/5).

Menurutnya, investor akan melihat kasus rekaman Menteri Rini sebagai preseden buruk, BUMN tidak fleksibel karena selalu diatur-atur dan akhirnya investor nanti tidak mau lagi membiayai proyek-proyek BUMN.

Tak hanya itu, rekaman Rini-Sofyan juga mencoreng citra pemerintah dan bisa berdampak pada sulitnya mendapat kepercayaan investor.

"Karena jatuh rugi BUMN kan yang akan nanggung pemerintah. Yang bisa dilihat langsung dari kasus ini adalah citra-citra BUMN akan memburuk di mata investor," kata Abra.

Saat pemerintah kehilangan kepercayaan investor, maka dampak buruk selanjutnya akibat perbuatan Rini adalah tersendatnya aliran modal untuk menjalankan berbagai proyek strategis.

"Ketika investor ragu untuk investasi pada akhirnya aliran modal semakin sulit, kurs rupiah akan tertekan, itu risikonya," ungkapnya.

Rekomendasi