Survei: Perempuan Indonesia duduki 43 persen manajemen senior perusahaan

Grant Thorton merilis laporan bertajuk 'Women in Business 2018'. Hasil menariknya, 43 persen perempuan Indonesia mampu mencapai jenjang manajemen senior di perusahaan. Ini angka kedua tertinggi di dunia, bahkan jauh lebih tinggi daripada rata-rata perempuan di kawasan Asia Pasifik yang berada di level 23 persen.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Survei: Perempuan Indonesia duduki 43 persen manajemen senior perusahaan
Ilustrasi wawancara kerja. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Odua Images

Dominasi pria di dunia kerja perlahan mulai luntur dengan tingginya angkatan kerja perempuan di semua jenjang. Bahkan kini banyak posisi manajemen senior diduduki oleh perempuan di perusahaan-perusahaan dari berbagai lintas industri.

Memperingati Hari Kartini pada 21 April, firma global Grant Thorton merilis laporan bertajuk 'Women in Business 2018', berdasarkan wawancara 5.000 responden level CEO/managing director/eksekutif senior pada 35 negara, termasuk Indonesia.

Hasil menariknya, 43 persen perempuan Indonesia mampu mencapai jenjang manajemen senior di perusahaan. Ini angka kedua tertinggi di dunia, bahkan jauh lebih tinggi daripada rata-rata perempuan di kawasan Asia Pasifik yang berada di level 23 persen.

Kiprah Kartini zaman now ini makin mengesankan karena hanya 15 persen perusahaan Indonesia yang tidak memiliki perempuan di posisi manajemen senior. Angka ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang 22 persen dan 21 persen perusahaan di sana tidak memiliki perempuan di jenjang manajemen senior.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menjelaskan iklim dunia kerja di Indonesia cukup kondusif untuk mendukung tingginya keberagaman di posisi senior manajemen. Ini kesempatan besar bagi perempuan Indonesia untuk terus memberikan potensi terbaik. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk dampak lebih luas bagi perusahaan serta komunitas.

"Kondisi kondusif itu merupakan imbas dari kebijakan-kebijakan strategis perusahaan dalam mendukung keberagaman gender di organisasi mereka. Kebijakan terpopuler yang diterapkan di Indonesia adalah terkait kesetaraan upah. Tercatat 58 persen perusahaan-perusahaan Indonesia yang disurvei menerapkan hal tersebut. Disusul kebijakan lain, seperti tidak ada diskriminasi pria-perempuan dalam hal perekrutan karyawan baru," ujar Johanna dalam keterangan pers di Jakarta, kemarin.

Laporan ini juga menyebutkan, 40 persen responden menyatakan tidak menemui rintangan berarti dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis, terkait kesetaraan gender di perusahaan masing-masing. Strategi perusahaan untuk menerapkan kesetaraan gender didasari keyakinan tinggi bahwa hal tersebut mampu mendorong kinerja perusahaan, menurut 74 persen responden.

Kemudian 74 persen responden setuju bahwa penerapan kebijakan kesetaraan gender menjadi strategi mutlak perusahaan di Indonesia demi menarik talenta baru dan menjaga SDM untuk bertahan di organisasi mereka. Hal ini menandakan paket remunerasi kompetitif pun tidak bisa menjadi amunisi satu-satunya untuk memenangi perang perebutan talenta yang semakin intensif.

"Peningkatan kesetaraan gender di dunia kerja juga sebaiknya disikapi profesional perempuan Indonesia dengan menjaga keunggulan kompetitif masing-masing, dengan cara terus mengembangkan karir dan yang terpenting mampu berkontribusi positif di industri yang digeluti. Ini sejalan dengan semangat perjuangan Kartini," pungkas Johanna.

Grant Thornton yang berbasis di London, Inggris, menyediakan konsultasi yang membantu untuk memajukan perusahaan, baik perusahaan nasional, multinasional, perusahaan terbuka, serta BUMD dan BUMN. Lebih dari 50.000 tim Grant Thornton di lebih dari 130 negara, fokus untuk berkontribusi bagi klien, kolega dan masyarakat tempat kita berada. KAP Gani Sigiro & Handayani adalah member firm Grant Thornton di Indonesia.

Rekomendasi