Asosiasi: Dua minggu lagi garam impor masuk RI

Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) menyatakan belum ada garam impor yang masuk hingga saat ini. Pihaknya memperkirakan dalam dua minggu garam asing tersebut baru sampai Indonesia. Saat ini stok garam di industri memang semakin menipis. Namun, hal tersebut belum mengganggu proses produksi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Asosiasi: Dua minggu lagi garam impor masuk RI
Garam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Aaron Amat

Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) menyatakan belum ada garam impor yang masuk hingga saat ini. Pihaknya memperkirakan dalam dua minggu garam asing tersebut baru sampai Indonesia.

Ketua AIPGI, Tony Tanduk, mengatakan ‎garam impor tersebut membutuhkan waktu paling tidak 4 minggu sampai ke Indonesia. "Mereka (industri) mungkin sudah mengajukan, tapi garam itu tidak bisa pesan sekarang, minggu depan datang. Itu butuh 3-4 minggu," ujar dia di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (5/4).

Tony menjelaskan, masuknya garam impor ini tergantung dari proses pengiriman dari negara asal ke Indonesia. Dia memperkirakan dua minggu lagi garam tersebut sudah mulai masuk.‎

"Kan pakai kapal, belum lagi kapalnya ada atau tidak, kemudian kapalnya jalan ke sini, kemudian tergantung cuaca. Belum ada (yang masuk). Dua minggu lagi baru masuk," jelas dia.

Dia menyatakan, saat ini stok garam di industri memang semakin menipis. Namun, menurutnya, hal tersebut belum mengganggu proses produksi. "Posisi sih memang sudah tipis, tapi saya tidak tahu persis tipisnya itu seberapa banyak. (Produksi tetap jalan?)‎ Iya," tandas dia.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan kuota impor garam untuk kebutuhan industri sebanyak 3,7 juta dari sebelumnya 2,37 juta ton di tahun ini.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi