Tanpa pemberian kuota, Menko Luhut sebut taksi online buat kredit macet meningkat

Dengan tingginya persaingan akibat kuota tak dijaga, maka potensi kredit kendaraan bermotor yang macet rentan terjadi. Terkait industri taksi online, pemerintah terus berupaya mengawasi usaha dan kesehatan industri tersebut dengan meminta penilaian dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya industri keuangan.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Tanpa pemberian kuota, Menko Luhut sebut taksi online buat kredit macet meningkat
Pembuatan Sim A murah di GBK. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pemberlakuan kuota pembatasan armada kendaraan taksi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring/online) bertujuan untuk menghindari kredit macet. Menurutnya, jumlah kendaraan taksi online saat ini sudah melebihi kuota yang ada.

"Kalau nanti jumlahnya berlebihan, tidak ketemu equalibriumnya. 70 persen yang kredit nanti macet, kan harus diproteksi," kata Menko Luhut seperti dikutip dari Antara ditemui di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/3).

Dengan tingginya persaingan akibat kuota tak dijaga, maka potensi kredit kendaraan bermotor yang macet rentan terjadi. Terkait industri taksi online, pemerintah terus berupaya mengawasi usaha dan kesehatan industri tersebut dengan meminta penilaian dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya industri keuangan yang memberikan kredit kendaraan bermotor.

Pemerintah telah menetapkan kuota taksi daring per wilayah di seluruh Indonesia sejak Senin (5/3). Kementerian Perhubungan telah memerintahkan perusahaan aplikasi taksi daring untuk tidak membuka penerimaan atau pendaftaran penambahan armada kendaraan.

Pemerintah juga akan mengumumkan untuk keputusan penambahan armada selanjutnya.

Rekomendasi