Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero), Desi Arryani mengklaim kebijakan ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur yang akan mulai berlaku 12 Maret tidak akan mengurangi pendapatan Jasa Marga.
"Pendapatan sebetulnya secara prinsip kalau macet ya buruk karena tidak ada yang lewat. Jadi kami harapkan (dengan aturan ganjil genap) akan mengalir, walaupun padat tapi tetap mengalir," kata Desi dalam sebuah acara konferensi pers di kantornya, Kamis (8/3).
Desi menjelaskan, dengan adanya aturan ganjil genap bisa membantu melancarkan arus masuk kendaraan di pintu tol. "Kalau di gardu diam terus kan gak ada pendapatan. Bagi Jasa Marga (ganjil genap) sangat baik terutama kami sangat ingin lajur kami lancar," ujarnya.
Lebih utama, lanjutnya, bukanlah masalah pendapatan melainkan kenyamanan pengguna jalan tol. "Bukan hanya masalah pendapatan tapi bagaimana memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat pengguna jalan tol."
Dalam kesempatan serupa, General Manager Jasa Marga Cabang Cikampek Raddy R. Lukman mengungkapkan rata-rata dalam satu hari tol Jakarta-Cikampek (Japek) dilalui oleh 560.000 kendaraan.
Dari total tersebut, kurang lebih 39.000 kendaraan masuk melalui pintu tol Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2 dan Bekasi Timur.
Dari total 39.000 kendaraan yang biasanya lewat ketiga gerbang tol tersebut diperkirakan hanya ada 8.000 kendaraan yang terdampak tidak bisa masuk tol pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB.
"Lalu lintas hariannya rata-rata 39.000. Yang terkena dampak ganjil genap jam 6 sampai jam 9 pagi itu 8.000 kendaraan dari 3 gerbang tol tersebut."