Kementerian Perindustrian mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir industri perawatan pesawat mengalami pertumbuhan sekitar 9 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri tersebut layak diperhitungkan.
Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, I Gusti Putu Suryawirawan menilai dengan pertumbuhan yang cukup tinggi maka industri perawatan pesawat merupakan bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Untuk perawatan pesawat ini, waktu 5 tahun terakhir itu Indonesia itu mengalami pertumbuhan yang termasuk tinggi 9 persen kita tumbuh. Perawatan pesawat itu bisnis yang luar biasa," kata Putu dalam diskusi Highlight Industry Aviation: Profesional Analysis & Opinion, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1).
Sayangnya, saat ini Indonesia belum memiliki kawasan terpadu untuk perawatan dan penyediaan komponen pesawat terbang. "Ini harus pikirkan sama-sama. Harus ada kawasan industri yang memang spesifikasinya kualifikasinya untuk industri Dirgantara Indonesia, sehingga segala fasilitas itu bisa ada di sana," ujarnya.
Di sisi lain, pertumbuhan Airline memang terus mengalami pertumbuhan. Terlihat juga dari meningkatnya penumpang setiap tahunnya. Sehingga hal ini mesti dimanfaatkan agar dapat memberikan lapangan pekerjaan.
"Momentum ini harus kita manfaatkan agar supaya memberikan lapangan kerja untuk anak-anak kita," tandasnya.