Strategi pemerintah agar tak kalah raih 51 persen saham divestasi Freeport

Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, menegaskan pemerintah akan mencoba segala cara untuk memenuhi perintah presiden tersebut. Bambang menyampaikan, salah satu upaya penyelesaian adalah dengan membeli participating interest (PI) Rio Tinto.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Strategi pemerintah agar tak kalah raih 51 persen saham divestasi Freeport
Freeport. ©2014 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo menyinggung alotnya proses negosiasi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Dia meminta pemerintah jangan sampai kalah untuk mendapatkan saham divestasi ini.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, menegaskan pemerintah akan mencoba segala cara untuk memenuhi perintah presiden tersebut.

"Apakah itu jalan memutar, apakah itu jalan naik atau jalan menurun, sebetulnya prinsipnya pemerintah mendapatkan 51 persen," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/1).

Bambang menyampaikan, salah satu upaya penyelesaian adalah dengan membeli participating interest (PI) Rio Tinto yang terdapat di PT Freeport Indonesia. Selain itu, PT Inalum akan ikut membeli saham divestasi.

"Menugaskan PT Inalum untuk membeli jumlah saham tersisa sehingga kepemilikan saham nasional akan mencapai minimal 51 persen," kata dia.

Namun, dia enggan berkomentar banyak terkait detail langkah pemerintah itu, juga terkait poin-poin negosiasi yang sudah dicapai dengan PT Freeport Indonesia. "Tidak masalah. Yang penting 51 persen. Tidak ada masalah. Lihat nanti hasil negosiasi dari Kementerian BUMN," tandasnya.

Rekomendasi