Kenaikan upah buruh tani hingga inflasi jadi faktor penurunan kemiskinan RI

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, memaparkan sejumlah faktor yang mendorong penurunan kemiskinan di 2017. Seperti inflasi terjaga, meningkatnya upah riil buruh tani sebesar 1,05 persen, dan integrasi program-program penanggulangan kemiskinan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kenaikan upah buruh tani hingga inflasi jadi faktor penurunan kemiskinan RI
Bambang Brodjonegoro. ©staf humas kementerian PPN/Bapenas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan pada September 2017 sebesar 1,19 juta dibanding Maret 2017. Total masyarakat miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta atau 10,12 persen dari jumlah penduduk. Angka ketimpangan atau gini ratio juga menurun tipis, menjadi 0,391 menurun sebesar 0,002 poin dibandingkan Maret 2017 yang sebesar 0,393.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, memaparkan sejumlah faktor yang mendorong penurunan kemiskinan di 2017. Pertama, inflasi terjaga dalam rentang target yang ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan, dalam kurun waktu Maret-September 2017, inflasi berada pada tingkat 1,45 persen.

"Yang bisa membuat kemiskinan turun besar, pertama inflasi. 2017, relatif stabil dan masuk rentang target dengan inflasi 3,6 persen. Khususnya periode Maret hingga September dijaga pada angka 1,45 persen," ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1).

Kedua, penurunan kemiskinan juga didukung oleh meningkatnya upah riil buruh tani sebesar 1,05 persen dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Seperti diketahui, buruh tani merupakan salah satu tenaga kerja terbanyak yang tergolong miskin.

"Peningkatan upah riil buruh tani sangat membantu peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini mendukung menurunnya kemiskinan di pedesaan," jelas Menteri Bambang.

Menteri Bambang menambahkan, faktor ketiga yang mendorong turunnya kemiskinan adalah integrasi program-program penanggulangan kemiskinan. Di antaranya, pemerintah terus mengoptimalkan perbaikan basis data untuk targeting dan penyaluran non tunai melalui satu kartu.

"Penyaluran PKH (Program Keluarga Harapan) juga terintegrasi dengan bantuan lain untuk mendorong akumulasi aset dan tabungan. Kemudian, reformasi subsidi pangan dan energi juga dilakukan dengan tepat sasaran. Optimalisasi penggunaan dana desa juga turut menurunkan kemiskinan di pedesaan," tandasnya.

Rekomendasi