Fakta menarik di daftar terbaru orang kaya RI, termasuk sosok cantik Arini Subianto

Kekayaan 50 orang terkaya Indonesia saat ini mencapai USD 126 miliar, naik dari USD 99 miliar tahun lalu. Sementara, untuk bisa masuk dalam daftar, Forbes memberi kriteria minimal nilai kekayaan USD 450 juta.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Fakta menarik di daftar terbaru orang kaya RI, termasuk sosok cantik Arini Subianto
Arini Subianto. ©Facebook/Arini Subianto

Forbes kembali mengeluarkan data anyar mengenai orang terkaya di Indonesia. Dalam daftar ini, Hartono bersaudara masih betah menjadi orang paling kaya se-Indonesia selama 9 tahun berturut-turut.

Kekayaan mereka saat ini naik hampir dua kali lipat berkat kenaikan saham Bank Central Asia (BCA). Kekayaan mereka saat ini ditaksir mencapai USD 32 miliar dari sebelumnya USD 17,1 miliar.

Kekayaan 50 orang terkaya Indonesia saat ini mencapai USD 126 miliar, naik dari USD 99 miliar tahun lalu. Sementara, untuk bisa masuk dalam daftar, Forbes memberi kriteria minimal nilai kekayaan USD 450 juta.

Berikut daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes.

1. Budi dan Michael Hartono

Kekayaan mereka di 2017 tercatat sebesar USD 32,3 miliar atau sekitar Rp 436 triliun. Sedangkan kekayaan 2016 tercatat hanya USD 17,1 miliar. Pengusaha ini menjalankan bisnis perbankan, industri rokok

2. Eka Tjipta Widjaja

Kekayaan Eka saat ini tercatat sebesar USD 9,1 miliar atau sekitar Rp 122 triliun. Angka kekayaan Eka yang bergerak di bisnis kelapa sawit ini naik dibanding tahun lalu yang hanya USD 5,6 miliar.

3. Susilo Wonowidjojo

Kekayaan Susilo di 2017 ini tercatat mencapai USD 8,8 miliar atau sekitar Rp 118 triliun. Angka kekayaan pengusaha di industri rokok ini naik dibanding tahun lalu yang hanya USD 7,1 miliar.

4. Anthoni Salim

Kekayaan Anthoni Salim saat ini tercatat mencapai USD 6,9 miliar atau sekitar Rp 93 triliun. Angka kekayaan ini naik dibanding tahun lalu yang tercatat hanya USD 5,7 miliar.
Bisnis yang dijalan Anthoni bergerak di sektor industri makanan, telekomunikasi dan tambang

5. Sri Prakash Lohia

Kekayaan Sri Prakash saat ini tercatat mencapai USD 6,4 miliar atau sekitar Rp 86 triliun. Angka kekayaan miliuner yang bergerak di industri petrokimia ini naik dibanding tahun lalu yang tercatat hanya USD 5 miliar.

6. Boenjamin Setiawan dan keluarga

Kekayaan Boenjamin di 2017 ini tercatat mencapai USD 3,65 miliar atau sekitar Rp 49 triliun. Angka kekayaan miliunre yang bergerak di industri obat-obatan dan kesehatan ini naik dibanding 2016 lalu yang hanya USD 3,3 miliar.

7. Chairul Tanjung

Kekayaan bos CT Corp ini tercatat mencapai USD 3,6 miliar atau sekitar Rp 48,6 triliun. Angka kekayaan CT ini terbilang turun dibanding tahun lalu yang mencapai USD 4,9 miliar,

8. Tahir

Harga Tahir saat ini tercatat mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp 47,2 triliun. Kekayaan Tahir ini naik dibanding tahun lalu yang hanya USD 3,1 miliar. Bisnis yang dijalankan Tahir saat ini bergerak di industri rumah sakit, bank, real estate

9. Mochtar Riady

Kekayaan Mochtar Riady saat ini tercatat USD 3 miliar atau sekitar Rp 45 triliun. Jumlah ini tercatat naik cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya USD 1,9 miliar.

10. Jogi Hendra Atmadja

Kekayaan Jogi saat ini tercatat mencapai 2,7 miliar atau sekitar Rp 36,4 triliun. Angka kekayaan Jogi juga terbilang naik cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya USD 850 juta. Bisnis yang dijalankan Jogi bergerak di industri makanan.

Tak hanya itu, Forbes juga merilis tiga wirausaha Indonesia yang paling bersinar. Silakan klik selanjutnya.

Tahun ini, Forbes mencatat ada tiga wirausaha paling bersinar. Meski tak masuk dalam daftar 50 orang terkaya, bisnis ketiganya laik diperhitungkan di masa mendatang.

Pengusaha pertama ialah pendiri GO-JEK, Nadiem Makarim (33). Nadiem mendirikan GO-JEK pada 2010. Enam tahun berselang, GO-JEK mendapat pendanaan sekitar USD 550 juta dan menjadikan perusahaan tersebut bernilai USD 1,3 miliar.

GO-JEK kini telah beroperasi di 50 kota di seluruh Indonesia. Dengan berbagai layanan mulai pengantar makanan hingga jasa pembayaran elektronik. Dilaporkan, GO-JEK akan mendapat pembiayaan sekitar USD 1,2 miliar dari Tencent yang akan melejitkan valuasi perusahaan ke USD 3 miliar.

Pengusaha kedua ialah Hengky Setiawan (48) pemilik PT Tiphone Mobile Indonesia. Hengky merintis usaha dari toko mungilnya pada 1992. Kini, Tiphone telah bertransformasi menjadi distributor kartu seluler terbesar di Indonesia.

Tiphone saat ini memiliki 450 gerai dan pendapatan sekitar USD 2 miliar. Perusahaan yang dimiliki bersama saudaranya yakni Welly dan Ferry ini diperkirakan bernilai USD 280 juta.

Sebelum terjun ke industri telepon genggam, Hengky berbisnis suku cadang mobil. Saat ini dia juga menjabat sebagai Ketua Klub Aston Martin Indonesia.

Pengusaha ketiga ialah Stefanus Lo (50). Stefanus adalah pemilik dari bisnis permata terbesar di Indonesia yakni PT Central Mega Kencana. Tahun lalu, perusahaan ini meraup pendapatan USD 148 juta.

Pria lulusan Universitas Parahyangan angkatan 1990 ini meneruskan usaha keluarga yang telah dirintis sejak 1967. Saat ini, PT Central Mega Kencana memiliki hak jual empat merek yakni Frank & Co, Mondial, Miss Mondial dan The Palace. November lalu, perusahaan baru saja meresmikan pembukaan gerainya ke-50.

Kekayaan Stefanus ditaksir mencapai USD 200 juta. Ke depan, Stefanus berencana membawa PT Central Mega Kencana melantai di bursa saham.

Daftar Forbes kali ini juga menarik dengan hadirnya sosok wanita cantik sebagai wanita terkaya di Indonesia. Silakan klik selanjutnya.

Forbes mengeluarkan daftar terbaru orang terkaya se-Indonesia 2017. Tak banyak perubahan dalam peringkat tahun ini, di mana Hartono bersaudara tetap memuncaki peringkat teratas.

Salah satu perubahan diantaranya hadirnya dua wajah baru dalam daftar yakni Arini Subianto dan Hartono Kweefanus. Hartono adalah salah satu pemilik dari kerajaan bisnis biskuit terbesar Asia, Monde Nissin.

Lalu siapa Arini Subianto (47)? Arini adalah sulung dari tiga bersaudara putri Benny Subianto. Benny adalah pengusaha yang pernah menjabat sebagai wakil presiden Astra Internasional pada 1988 dan pemilik saham Adaro Energy sejak 2005.

Benny juga merupakan salah satu pendiri Triputra Group pada 1998. Kembali ke Arini. Arini saat ini menjabat sebagai presiden direktur Persada Capital Investama. Investasi perusahaannya dalam bidang pengolahan kayu dan minyak kelapa hingga karet dan batu bara.

Saat ini kekayaan keluarganya mencapai USD 820 juta atau sekitar Rp 11 triliun. Arini juga pernah mendirikan toko buku yang dikenal dengan Aksara. Toko yang didirikannya dua tahun usai lulus kuliah di 2001, kini memiliki tiga cabang di Jakarta.

Wajah lain yang bergabung dalam daftar 50 orang terkaya ialah Iwan Lukminto dan Nan King. Keduanya kembali bergabung usai terlempar dari daftar lebih dari setahun lalu.

Fakta lain dari daftar orang terkaya tahun ini ialah 16 orang kekayaannya merosot tajam dalam setahun terakhir. Salah satunya ialah Arifin Panigoro yang disebut kehilangan kepemilikan saham di Medco Energi Internasional.

Rekomendasi