Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di 4,25 persen

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan keadaan perekonomian global yang sedang menguat, dan akan tumbuh lebih dari perkiraan baik di China, Jepang, Eropa dan juga di Amerika Serikat.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di 4,25 persen
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) pada November 2018 ini. BI 7-day Reverse Repo Rate pada November tetap sebesar 4,25 persen.

"Rapat Dewan Gubernur pada 15 hingga 16 November 2017 memutuskan mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 4,25 persen," ungkap Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (16/10).

Sementara itu, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50 persen dan Lending Facility sebesar 5,00 persen. "Dengan suku bunga deposit facility tetap 3,50 persen dan suku bunga lending facility tetap 5,00 persen berlaku efektif 17 November 2017," kata Agus.

Agus mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan keadaan perekonomian global yang sedang menguat, dan akan tumbuh lebih dari perkiraan baik di China, Jepang, Eropa dan juga di Amerika Serikat.

"Perekonomian dunia diperkirakan meningkat sebesar 3,6 persen pada 2017 dan 2018 seiring dengan pertumbuhan ekonomi China, Jepang yang lebih dari perkiraan dan ekonomi Amerika Serikat yang tetap kuat," jelas dia.

Sedangkan kondisi ekonomi dalam negeri juga mengalami pemulihan, misalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2017 sebesar 5,06 persen atau meningkat jika dibandingkan pada kuartal I maupun II tahun 2017 sebesar 5,01 persen.

"Meskipun demikian kita tetap harus tetap mewaspadai pengetatan kebijakan-kebijakan moneter di negara-negara maju dan secara domestik, seperti belum kuatnya konsumsi rumah tangga dan intermediasi perbankan," tandasnya.

Rekomendasi