Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan transportasi online berpengaruh pada tingkat inflasi Tanah Air. Murahnya tarif turut berimbas pada deflasi di sektor-sektor tertentu."Jadi pertumbuhan ekonominya makin bagus, inflasi bisa kita atur. Mungkin angkanya masih kecil karena digital ini kan masih belum besar bagi kita," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10)Hal ini, lanjutnya, menjadi salah satu aspek pendorong terwujudnya ekonomi Indonesia terbesar keempat di dunia pada 2030, seperti proyeksi PricewaterhouseCoopers (PwC). Pada 2016, produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp 1 triliun, ditargetkan pada tahun 2030 akan mencapai Rp 2,4 triliun.Selain itu, dia memperkirakan bonus demografi juga akan memuncak di 2030, di mana akan dimulai dari 2028 sampai 2034. Sehingga, dia memperkirakan masyarakat akan menikmati ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN."Pertumbuhan dari penduduk kita kan tidak secepat pertumbuhan ekonomi kita. Jadi masyarakat Indonesia di 2030 itu akan mempunyai bukan hanya daya beli tapi juga daya bayar yang besar," kata Menteri Rudiantara.Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan didorong oleh perkembangan teknologi. Mengingat, teknologi sudah melekat dalam kehidupan masyarakat. "Karena target pemerintah di tahun 2020, digital ekonomi itu mencapai USD 130 miliar. Artinya 11-12 persen dari PDB kita sudah digital," imbuhnya.
Transportasi online berperan wujudkan ekonomi Indonesia 5 besar dunia
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan transportasi online berpengaruh pada tingkat inflasi Tanah Air. Murahnya tarif turut berimbas pada deflasi di sektor-sektor tertentu. Selain itu, dia memperkirakan bonus demografi juga akan memuncak di 2030, di mana akan dimulai dari 2028 sampai 2034.
Rekomendasi