Jika divestasi Freeport lewat IPO, bos BEI janjikan saham aman dari investor asing

Jika divestasi Freeport lewat IPO, bos BEI janjikan saham aman dari investor asing. Menurutnya, dengan melantai di bursa, maka nilai saham maupun kinerja Freeport akan transparan. Tito menambahkan badan usaha milik negara (BUMN) yang sudah melantai di bursa juga sebaiknya memiliki saham Freeport ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jika divestasi Freeport lewat IPO, bos BEI janjikan saham aman dari investor asing
Dirut BEI Tito Sulistio. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

PT Freeport Indonesia telah menyetujui divestasi saham sebesar 51 persen. Hal ini disebut bentuk dari komitmen Freeport yang mematuhi aturan di Tanah Air.Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, mengusulkan PT Freeport Indonesia melantai di bursa dalam merealisasikan pelepasan sahamnya. Agar tujuan divestasi ini tetap untuk kemakmuran rakyat, dia menegaskan bisa dibuat aturan agar tidak ada investor asing membeli saham Freeport dalam jangka waktu tertentu."Berikan dong kesempatan rakyat Indonesia untuk merasakan pemerataan pendapatan melalui kepemilikan dan kalau rakyat Indonesia cara paling gampang dapatinnya bagaimana? Ya di pasar modal," kata Tito di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (30/8)."Nanti asing beli lagi langsung kita protect, kalau perlu 2 tahun asing tidak boleh beli, itu bisa dibikin," tambah Tito.Menurutnya, dengan melantai di bursa, maka nilai saham maupun kinerja Freeport akan transparan. "Kalau go publik, keuntungannya juga jadi transparan. Jadi kalau ada hal hal yang menjadi perdebatan politik, go publik aja," tegas Tito.Tito menambahkan badan usaha milik negara (BUMN) yang sudah melantai di bursa juga sebaiknya memiliki saham Freeport ini. Dengan catatan, BUMN tersebut memiliki efek langsung pada kesejahteraan rakyat."Kalau 51 persen milik rakyat Indonesia kayaknya perusahaan BUMN harusnya go public melaporkan ke masyarakat hasilnya," pungkasnya.

Rekomendasi