Pemerintah Jokowi-JK berencana memindahkan ibu kota Negara Indonesia. Salah satu daerah yang dikabarkan akan menggantikan Jakarta adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah.Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Eddy Husi menilai, pemindahan ibu kota tidak semudah membuat kota baru. Sebagai pengembang, lanjutnya, pihaknya sudah banyak membangun kota baru, tetapi itu masih jauh dari kondisi Jakarta. "Banyak juga kota tertentu yang sebenarnya sumber daya bisa digali, di Palangka Raya lagi bagus seperti timah," ujar Eddy dalam diskusi 'Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota' di Univeritas Indonesia (UI) Depok, Kamis (10/8).Menurutnya, harus ada alternatif lain apabila ibu kota dipindah ke Kalimantan. "Jadi harus ada opsi lain selain pemindahan kota. Jadi pemindahan ini juga ditopang dari pertumbuhan ekonomi," kata Eddy.Dia menambahkan, beberapa negara yang memindahkan ibu kotanya terpisah dengan pusat ekonomi dan bisnis. Namun, Palangka Raya dinilai cukup dari segi ekonomi dan sosial politiknya."Jika ibu kota ini dipindah, mau tidak mau tentu pembangunan harus lebih cepat daripada urbanisasinya. Tapi kita mengharapkan kehidupan yang lebih baik ke depannya. Jadi jika kontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto) seperti Jakarta, pengusaha mungkin bisa melakukan yang sama terhadap Palangka Raya," pungkas Eddy.
Pengusaha sebut tak mudah pindahkan Ibu Kota dari Jakarta
Pemerintah Jokowi-JK berencana memindahkan ibu kota Negara Indonesia. Pemindahan ibu kota tidak semudah membuat kota baru. Sebagai pengembang, lanjutnya, pihaknya sudah banyak membangun kota baru, tetapi itu masih jauh dari kondisi Jakarta.
Rekomendasi