Penetrasi pasar ritel di regional Asia Tenggara menunjukkan respon yang positif. Alfamart, yang sejak Juni 2014 lalu melebarkan sayapnya ke Filipina, hingga kini telah berhasil membuka 260 gerai di negeri Presiden Duterte tersebut.Tidak berhenti disitu, jaringan ritel nasional yang bernaung di bawah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ini, kembali memproyeksikan penambahan 120 gerai baru sepanjang 2017."Kami berharap, akhir tahun nanti sudah ada setidaknya 330 gerai Alfamart dengan skema franchise di Filipina," ujar Bambang Setyawan Djojo, International Business and Technology Director Alfamart, Jumat (5/5).Bambang menjelaskan, keberadaan Alfamart di Filipina dijalankan dengan skema join venture (JV) bersama peritel lokal SM Group. Melalui Alfamart Retail Asia Ltd (ARA) yang bermarkas di Singapura serta bekerja sama dengan SM Retail Supermarket.Menurutnya, pasar Filipina merespons positif kehadiran Alfamart karena model bisnis retail grocery yang sama masih belum banyak di Filipina, sehingga potensi pasar untuk Alfamart masih terbuka luas. Namun jika dibandingkan dengan di Indonesia, kontribusinya terhadap induk perusahaan masih belum signifikan."Ini merupakan peluang yang prospektif untuk terus dikembangkan. Sebab di sana lebih banyak pemain convenience store, jadi belum ada kompetitor yang head to head dengan Alfamart," ungkapnya.Perusahaan telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2.9 triliun. Anggaran diperoleh melalui aksi korporasi yang menerbitkan penawaran umum obligasi dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) pada April lalu.
"Sebagian besar dana tersebut, akan digunakan untuk pengembangan jumlah gerai Alfamart, termasuk di Filipina," terang Bambang.Sampai saat ini, ekspansi ke luar negeri baru menyasar Filipina. Perusahaan juga masih mempertimbangkan kemungkinan ekspansi ke negara ASEAN lainnya."Kami sedang melakukan studi kelayakan untuk mempelajari pasar potensial beserta regulasi di negara-negara tetangga. Masih dalam tahap pengkajian," pungkasnya.