Video sepasang warga negara asing (WNA) viral di media sosial karena terlibat adu mulut dengan salah satu pegawai spa di kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Dalam video tersebut, kedua WNA itu diduga menolak membayar biaya jasa pijat di sebuah spa dan berlalu pergi dengan menggunakan sepeda motor.
Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, identitas kedua warga asing itu belum diketahui.
"Dua WNA belum diketahui identitasnya," kata Ayu, Kamis (13/8).
Kepolisian juga mendatangi lokasi spa di Jalan Pipitan Sari, Banjar Kayutulang, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung.
Advertisement
Keterangan Pemilik SPA
Dari keterangan pemilik spa, kejadian itu terjadi di tempatnya bekerja, di mana kedua WNA itu salah satunya merupakan member di spa-nya.
Sebelum kejadian, pihak spa telah menerangkan untuk member hanya dilayani pada pukul 08.00 WITA hingga 18.00 WITA. Namun, warga asing tetap meminta untuk dilayani pada malam hari dengan alasan sudah menjadi member.
Selanjutnya, pihak owner menyetujui permintaan itu agar permasalahan tidak menjadi panjang namun dari pihak warga asing harus bersedia untuk membayar. Kemudian, warga asing menerima treatment dari pihak spa pada malam hari sebelum tutup. Tetapi, setelah selesai menerima treatment warga asing itu tidak bersedia melakukan pembayaran atas jasa yang telah diterima.
"Atas kejadian tersebut, pihak owner merekam tindakan (warga asing) itu. Dan sempat menyampaikan akan dilaporkan kepada pihak imigrasi dan kepolisian serta akan diviralkan," ujar Ayu.
Kemudian unggahan terkait salah satu akun instagram pada (11/8) sekira pukul 16.00 WITA dan menjadi viral di media sosial.
Selain itu, dari pihak spa juga mengklarifikasi bahwa kejadian itu terjadi pada Bulan Juli 2026. Kedepannya dari pihak spa akan melakukan pembaharuan terhadap operasional prosedur (SOP), terkait pembayaran maupun peraturan yang berlaku untuk mencegah kejadian serupa terjadi.
"Untuk hal itu dari pihak salon sudah menganggap itu selesai. Karena kejadian tersebut terjadi Bulan Juli 2026 yang lalu dan pihak salon juga telah memperbarui SOP-nya," tandasnya.