Pengakuan Sopir Ambulans Tabrak Bocah saat Karnaval Agustusan di Pinrang

Terungkap mobil ambulans tersebut nekat melewati kerumunan 17-an karena membawa pasien gawat darurat.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Pengakuan Sopir Ambulans Tabrak Bocah saat Karnaval Agustusan di Pinrang
Sopir ambulans RSUD Madising Pinrang nyaris dipukul Satpol PP usai menyenggol anak. (tangkapan layar video media sosial).

Video sopir ambulans Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madising Kabupateng Pinrang nyaris dipukul anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) usai menyenggol seorang anak sedang menyeberang jalan saat Karnaval 17-an di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Terungkap mobil ambulans tersebut nekat melewati kerumunan 17-an karena membawa pasien gawat darurat.

Sopir ambulans RSUD Madising, Allo mengaku saat kejadian sedang membawa seorang pasien dalam kondisi ibu hamil. Allo menyebut pasien tersebut dirujuk dan harus segera mendapat penanganan medis di RSUD Lasinrang, Pinrang.

"Saya sedang bawa pasien gawat janin dan memang harus perlu secepatnya untuk ditangani," kata Allo kepada wartawan, Kamis (13/8).

Ambulans RSUD Musiding senggol anak saat Karnaval 17-an. (tangkapan layar video media sosial).
Ambulans RSUD Musiding senggol anak saat Karnaval 17-an. (tangkapan layar video media sosial).

Allo mengaku saat masuk ke dalam kerumunan peserta Karnaval 17-an sudah mendapatkan izin dari polisi. Namun, tiba-tiba seorang anak menyeberang dan tidak melihat keberadaan ambulans tersebut.

"Tadi pas dikasih jalan oleh polisi, ternyata langsung ada ini anak. Langsung menyeberang, langsung senggol mobil (ambulans) sebelah kanan," tutur Allo.

Saat kejadian tersebut, Allo mengaku sempat ingin turun dan melihat kondisi anak tersebut. Hanya saja, sejumlah orang di lokasi kejadian menyuruhnya untuk lanjut membawa pasien gawat darurat tersebut ke RSUD Lasinrang.

"Saya sempat mau keluar dari mobil. Cuma ada yang tahan pintu mobil dan bilang lanjut, lanjut, lanjut," kata dia.

Terkait dirinya nyaris terkena pukulan anggota Satpol PP, Allo mengaku tidak mempermasalahkan. Dia menganggap orang yang emosi saat kejadian tidak mengerti kondisi dan situasi pada saat itu.

"Saya juga tidak mempermasalahkan, karena tidak semuanya orang mengerti tentang bagaimana keadaannya," kata Allo.

Ambulans RSUD Musiding senggol anak saat Karnaval 17-an. (tangkapan layar video media sosial).
Ambulans RSUD Musiding senggol anak saat Karnaval 17-an. (tangkapan layar video media sosial).

Sementara itu, Ketua PKK Kabupaten Pinrang A Sri Widiyati Irwan menambahkan, pihaknya sudah menjenguk anak kecil yang tersenggol ambulans saat Karnaval 17-an di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Watang Sawitto. Widiyati mengaku anak tersebut tidak melihat keberadaan ambulans saat menyeberang jalan.

"Alhamdulillah kondisinya tidak apa-apa. Si anak ini mengaku dia yang menyeberang tidak melihat kanan dan kiri," kata dia.

Dia pun meminta agar video tersebut tidak lagi dipermasalahkan. Apalagi, saat kejadian, ambulans tersebut sedang membawa pasien gawat darurat.

"Mobil ambulans-nya juga membawa pesien gawat darurat. Ya kan namanya orang lagi karnaval, jalanan sudah ditutup. Tapi karena pasiennya ini dari RSUD Madising bawa pasien gawat, jadi dia agak kencang," tandasnya.

 

Rekomendasi