Saat The Fed naikkan suku bunga, pasar modal Indonesia cetak sejarah

Saat The Fed naikkan suku bunga, pasar modal Indonesia cetak sejarah. Kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun. Dengan pencapaian ini, BEI akan terus berupaya untuk menjadi Bursa terbesar di Asia Tenggara pada 2020 mendatang.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Saat The Fed naikkan suku bunga, pasar modal Indonesia cetak sejarah
Bursa Efek Indonesia. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Kemarin, Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Saat ini, suku bunga The Fed dipatok di kisaran 0,75 hingga 1 persen.Kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan mencapai tiga kali tahun ini. Pertama, pada pertemuan Maret ini, kemudian Juni dan Desember. Pelaku pasar juga sudah memprediksi suku bunga The Fed akan naik tahun ini.Saat The Fed menaikkan suku bunganya, Indonesia juga mengalami suatu momen bersejarah yakni kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun.Kepala Divisi Komunikasi PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono, mengatakan capaian ini menjadi catatan sejarah sepanjang 24 tahun perjalanan perusahaan sejak pertama kali swastanisasi dilakukan di 13 Juli 1992 silam."Pencapaian rekor kapitalisasi pasar tertinggi tersebut membuktikan bahwa perdagangan efek di BEI semakin prospektif dan likuid. BEI berharap nilai kapitalisasi pasar dapat terus tumbuh, yang sejalan dengan peningkatan level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga dapat memberikan imbal hasil bagi para investor di pasar modal Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.Dengan pencapaian ini, lanjutnya, BEI akan terus berupaya untuk menjadi Bursa terbesar di Asia Tenggara pada 2020 mendatang. Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat 1,58 persen atau 85,86 poin ke posisi 5.518,24 poin. "Capaian IHSG ini adalah yang tertinggi di tahun ini."

Rekomendasi