DPR harap kunjungan Raja Salman tingkatkan investasi migas RI

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai kunjungan Raja Arab Saudi bisa memberikan manfaat positif bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam hal investasi dan pariwisata. Agus berharap lawatan Raja Salman bisa meningkatkan investasi bagi kedua negara seperti di sektor migas.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
DPR harap kunjungan Raja Salman tingkatkan investasi migas RI
Agus Hermanto. ©dpr.go.id

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai kunjungan Raja Arab Saudi bisa memberikan manfaat positif bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam hal investasi dan pariwisata. Agus berharap lawatan Raja Salman bisa meningkatkan investasi bagi kedua negara seperti di sektor migas.

Agus mencontohlan, perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco memang menjalin kerja sama dengan Pertamina. Sayangnya, kerjasama itu dinilai belum optimal.

"Suatu harapan dan ketetapan yang harus kita jangkau karena saat ini kerja sama antara Pertamina dengan Aramco kan ada tetapi belum maksimal dan ini ingin kita tingkatkan kembali supaya kerja sama di bidang migas diperkuat, apalagi dengan investasi baru," ujar Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3).

Di sektor pariwisata, Agus melihat turis dari Arab Saudi tergolong sedikit untuk berkunjung ke Indonesia. Untuk itu, kunjungan Raja Salman juga diharapkan bisa menarik turis dari Arab Saudi untuk mau berkunjung ke Tanah Air.

"Kita ketahui turis timur tengah wabilkhusus dari Arab Saudi sangat sedikit yang ke Indonesia, tetapi sangat banyak yang ke malaysia. Di Indonesia kurang apa untuk wisata religi untuk turis timur tengah maupun Arab Saudi. Kita membangun komitmen yang fokus agar menarik turis itu berkunjung ke Indonesia," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Indonesia resmi melakukan kerjasama di sepuluh bidang. Kerjasama antara Arab Saudi dan Indonesia ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh sembilan menteri maupun perwakilan dan masing-masing Kepala Kepolisian antara dua negara.

Penandatanganan nota kesepahaman dimulai dengan deklarasi pemerintah Kerajaan Arab Saudi perihal peningkatan pimpinan sidang komisi bersama. Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi yang membubuhkan tandatangan untuk bidang ini.

Rekomendasi