Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen pada 2016 lalu. Pada 2017 ini, pemerintah memprediksi ekonomi akan tumbuh antara 5,4 – 5,8 persen.Optimisme disebabkan oleh mulai naiknya harga komoditas. Harga batubara kini sudah mencapai USD 80 per ton dari tahun lalu yang hanya USD 50 . Harga nikel, minyak kelapa sawit mentah, dan minyak bumi juga sudah kembali meningkat.Kenaikan harga komoditas ini disebabkan oleh turunnya stok di beberapa negara, termasuk China. Kenaikan harga komoditas akan mendorong pendapatan masyarakat sehingga penerimaan negara dari pajak meningkat.Meski demikian, tetap ada faktor risiko pada ekonomi Indonesia akibat hubungan ekonomi AS – China pasca pelantikan Presiden AS Donald Trump. Untuk itu, dalam mencapai pertumbuhan ekonomi pemerintah menyiapkan beberapa langkah, antara lain terkait inflasi, industri, dan pasar ekspor.Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan, guna mempercepat pertumbuhan industri, pemerintah akan memberikan insentif fiskal berupa pembebasan pajak atau tax holiday bagi industri petrokimia."Kalau memang bisa berkomitmen untuk bisa mencapai USD 6 miliar, kami upayakan dapat tax holiday," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/2).Salah satu korporasi yang mengajukan fasilitas itu adalah PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) Tbk yang menyatakan komitmennya menanamkan investasi sebesar USD 6 miliar untuk memperbesar kapasitas produksinya hingga dua kali lipat pada 2021.Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bea masuk tambahan (safe guard) sebagai bentuk perlindungan terhadap CAP manakala menghadapi banjirnya produk sejenis dari luar negeri yang memperoleh dumping dari negara asalnya."Kami harus sedikit lebih berani juga. Produk plastik banjir impor, sedangkan kalau ekspor kena dumping dimana-mana," tutup Airlangga.
Menperin beri sinyal industri petrokimia dapat fasilitas tax holiday
Pada 2017 ini, pemerintah memprediksi ekonomi akan tumbuh antara 5,4–5,8 persen. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan, guna mempercepat pertumbuhan industri, pemerintah akan memberikan insentif fiskal berupa pembebasan pajak atau tax holiday bagi industri petrokimia.
Advertisement
Rekomendasi