Soal impor solar jadi konflik 2 bos Pertamina

Komisaris Utama PT Pertamina Tanri Abeng membeberkan alasan diberhentikannya Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto dan Wakil Direktur Pertamina Ahmad Bambang. Menurutnya, perseroan membutuhkan penyegaran manajemen pada internal Pertamina dan kurangnya kerja sama antara kedua pimpinan tersebut.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Soal impor solar jadi konflik 2 bos Pertamina
Gedung Pertamina. Merdeka.com/Imam Buhori

Komisaris Utama PT Pertamina Tanri Abeng membeberkan alasan diberhentikannya Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto dan Wakil Direktur Pertamina Ahmad Bambang. Menurutnya, perseroan membutuhkan penyegaran manajemen pada internal Pertamina dan kurangnya kerja sama antara kedua pimpinan tersebut.

Salah satunya mengenai keputusan impir solar yang ditandatangani oleh Wakil Direktur. Padahal, lanjutnya, keputusan tersebut harusnya berdasarkan keputusan Direktur Utama.

"Kemarin yang ribut itu kenapa Wadirut tanda tangani impor solar. Itu tidak benar kan seharusnya pengalokasian itu sudah jalan, tapi antara Dirut dan Wadirut tidak sejalan, itu antara lain," ujar Tanri di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/1).

Dia menjelaskan, pengalokasian jumlah impor memang menjadi kewenangan Wakil Direktur, sedangkan keputusan perseroan akan melakukan impor atau tidak menjadi kewenangan Direktur Utama. Namun, karena Dwi tidak bisa menandatangani keputusan impor, maka Ahmad Bambang lah yang melakukan penandatanganan.

"Jadi dianggap dia (Ahmad Bambang) sebagai pengambil alih tugasnya atau kewenangannya Dirut. Itu semua kan mestinya tidak terjadi. Jadi yang kemarin tidak masalah sebenarnya," imbuhnya.

"Sebetulnya kan mereka bisa berkomunikasi. Tapi justru malah dipermasalahkan di antara mereka, nah ini semua menurut saya kerja sama yang tidak mendukung tercapainya kinerja yang optimal," pungkas Tanri.

Rekomendasi