UI sebut lewat rokok, orang miskin RI buat konglomerat makin kaya

UI sebut lewat rokok, orang miskin RI buat konglomerat makin kaya. Jika dikalkulasi uang yang dihabiskan oleh masyarakat miskin tersebut mencapai Rp 400 triliun per tahun. Padahal, uang tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membangun 100.000 masjid dengan asumsi per masjid sebesar ‎Rp 4 miliar.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
UI sebut lewat rokok, orang miskin RI buat konglomerat makin kaya
Bea Cukai Solo grebek pabrik rokok ilegal di Klaten. ©2016 Merdeka.com

Guru Besar Universitas Indonesia Hasbullah Tabrani menilai, di Indonesia, masyarakat miskin justru menyumbang harta yang membuat para konglomerat semakin kaya. Sumbangsih tersebut di kontribusikan melalui rokok yang mereka beli dari produksi konglomerat tersebut melalui warung-warung maupun toko ritel."Kita jadi orang miskin yang menyumbang ke orang kaya di Indonesia. Sumbangan itu setidaknya 60 persen untuk orang terkaya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/12).Jika dikalkulasi, lanjut Hasbullah, uang yang dihabiskan oleh masyarakat miskin tersebut mencapai Rp 400 triliun per tahun. Padahal, uang tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membangun 100.000 masjid dengan asumsi per masjid sebesar ‎Rp 4 miliar.‎"Uang Rp 400 triliun habis buat rokok, kalau buat bangun mesjid Rp 4 miliar, bisa bangun 100.000 masjid," kata dia.

Rekomendasi