BUMN genjot pariwisata Wakatobi sebagai destinasi prioritas

Diketahui, Wakatobi merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia tahun 2016.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
BUMN genjot pariwisata Wakatobi sebagai destinasi prioritas
Pembangunan MCK di Wakatobi. ©2016 istimewa

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mengambil peran serta meningkatkan sektor pariwisata Indonesia. Setelah sebelumnya hadir di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kali ini BUMN ikut menggenjot pariwisata di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Diketahui, Wakatobi merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia tahun 2016. Wilayah ini memiliki potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa, di antaranya pantai pasir putih, terumbu karang yang sangat luas dan beragam, dolphin watch, dan kebudayaan suku Bajo.

Dalam peran sebagai agent of development, Kementerian BUMN melalui Bank Mandiri turut berpartisipasi dalam mewujudkan Wakatobi sebagai destinasi wisata prioritas. Hal itu dilakukan Bank Mandiri melalui pemberian bantuan CSR/PKBL berupa kegiatan pembangunan infrastruktur pendukung. Tercatat Bank Mandiri melakukan pembangunan 14 unit fasilitas MCK di Pulau Wangiwangi, Pulau Tomia, dan Pulau Kaledupa.

Pembangunan fasilitas ini dilakukan mulai 19 November 2016 melalui peletakan batu pertama secara bersama-sama oleh Asisten Deputi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN, Sekda Kabupaten Wakatobi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, serta Area Head Bank Mandiri Area Kendari.

Kehadiran BUMN di Wakatobi mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat, terlebih pembangunan MCK ini didesain oleh Laode Ibrahim, seorang arsitek yang merupakan putra daerah Wakatobi.

Kegiatan semacam ini juga bukan kali pertama bagi Bank Mandiri. Sebelumnya, Bank Mandiri bekerja sama dengan British Council juga melaksanakan program Mandiri Bersama Mandiri (MBM) Pariwisata Berkelanjutan di Desa Mola.

Desa Mola yang terletak di Pulau Wangiwangi merupakan salah satu perkampungan suku Bajo terbesar di dunia. Dalam program ini, Bank Mandiri memberikan bantuan fisik dan non fisik, di antaranya pelatihan hard skill dan soft skill, pembuatan materi promosi wisata, pendampingan usaha partisipatif, serta penguatan kelembagaan.

Program ini diharapkan dapat membentuk gerakan ekonomi kemasyarakatan berbasis pariwisata yang dapat berlangsung secara kolektif dan berkesinambungan seiring berkembangnya pariwisata di Wakatobi.

Rekomendasi