Menteri BUMN Rini M Soemarno bersama sejumlah Direktur Utama BUMN meluncurkan Kartu Tani di Pabrik Gula (PG) Asembagus milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI di Situbondo, belum lama ini. Peluncuran itu merupakan wujud nyata sinergi antara PTPN XI dengan Bank Mandiri, BNI dan BRI yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara)."Ini merupakan sejarah. Dengan hadirnya Kartu Tani ini, para petani tidak lagi kesulitan, karena berbagai kemudahan akan didapat termasuk kemudahan subsidi dari program-program yang dijalankan Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Sosial," ungkap Rini.Rini melanjutkan, Kartu Tani akan digunakan sebagai database pertanian oleh petani. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kepastian ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan) bersubsidi/non-subsidi, termasuk distribusi pupuk.
Petani nantinya juga akan dapat menggunakan Kartu Tani untuk mengakses suatu sistem terintegrasi terkait data sektor pertanian, mulai dari data tanam, pemeliharaan, pasca panen dan pembiayaan."Untuk sementara, kartu ini masih difokuskan pada komoditas tebu atau petani tebu terlebih dahulu. Diharapkan dengan hadirnya Kartu Tani ini penyaluran subsidi akan tepat sasaran," kata Rini.Dengan adanya kartu ini, maka petani juga bisa mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya akses pembiayaan dari perbankan di bawah BUMN. Mereka juga bisa merasakan kemudahan kredit murah melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga terjangkau. Tak sampai di situ, Kartu Tani juga memfasilitasi petani untuk mendapatkan kemudahan sertifikasi tanah melalui skema Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Usai diluncurkan, Kartu Tani tersebut dibagikan secara serentak kepada 31.000 petani di pabrik gula di Jawa Timur, yakni PG Prajekan, PG Semboro, PG Jatiroto, PG Pagotan, PG Ngadirejo dan PG Krebet.