Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menyerukan agar pasar modal Indonesia dapat memperkuat basis investor domestik. Sebab, Indonesia butuh bantuan pendanaan di tengah pembangunan infrastruktur yang tengah gencar didengungkan.Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad menilai jumlah investor domestik masih tergolong kecil dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN. "Jumlah investor di Indonesia dibanding jumlah penduduk kita masih sangat kecil, bahkan paling kecil di ASEAN," ujar Muliaman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11).Menurutnya, dalam meningkatkan jumlah investor, BEI diminta terus berupaya memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi seputar pasar modal Indonesia melalui pembukaan galeri investasi BEI."Basis investor dalam negeri ini banyak bukan hanya di Surabaya dan Jakarta. Kami ingin investor di pasar modal datang dari seluruh kota di Indonesia," jelas dia.Tercatat, jumlah investor saham di pasar modal domestik yang mengacu pada jumlah Single Investor Identification (SID) hingga September 2016 mencapai 500.037. Sementara, jumlah investor ritel yang melakukan transaksi di pasar modal Indonesia sebanyak 487.713 SID dan sisanya yakni investor institusi 12.324 SID.
Investor domestik di Indonesia terkecil se-Asia Tenggara
Investor domestik di Indonesia terkecil se-Asia Tenggara. OJK terus berupaya menyerukan agar pasar modal Indonesia dapat memperkuat basis investor domestik. Sebab, Indonesia butuh bantuan pendanaan di tengah pembangunan infrastruktur yang tengah gencar didengungkan.
Rekomendasi