Konsumsi listrik masyarakat Indonesia terendah se-Asia

Konsumsi listrik masyarakat Indonesia terendah se-Asia. Saat ini konsumsi listrik masyarakat Indonesia mencapai 910 kwh per kapital. Sementara, pemerintah menargetkan konsumsi listrik masyarakat pada 2018 mencapai 1.243 kwh per kapital.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Konsumsi listrik masyarakat Indonesia terendah se-Asia
Box Panel listrik. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh, mengatakan konsumsi listrik Indonesia tergolong rendah di Asia. Saat ini konsumsi listrik masyarakat Indonesia mencapai 910 kwh per kapital.Sementara, pemerintah menargetkan konsumsi listrik masyarakat pada 2018 mencapai 1.243 kwh per kapital. "Artinya Indonesia hanya 1/10-nya Singapura, 1/5-nya Malaysia, dan 1/2-nya Filipina," jelasnya dalam diskusi Energi Kita yang digagas merdeka.com, RRI, Sewatama, IJTI, IKN dan IJO di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (13/11).Syamsir menilai Indonesia merupakan produsen panas bumi terbesar ketiga di Indonesia. Di mana 40 persen potensi panas bumi dunia ada di Indonesia. Namun, hanya 4 persen saja potensi panas bumi dimanfaatkan. Salah satunya sebagai bahan baku pembangkit listrik."Potensi panas bumi kita mencapai 40 persen, kesetaraanya 12 miliar juta barel," ungkapnya.Sebelumnya, lokasi proyek pembangkit listrik geothermal berada di Gunung Ciremai, Jawa Barat mendapatkan penolakan. Warga khawatir proyek ini mengancam kehidupan mereka.DEN terus melakukan upaya program kegiatan diantaranya, mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi khususnya wilayah yang sudah terbukti, mempercepat pelelangan, serta mengalokasikan pembiayaan pengembangan panas bumi.

Rekomendasi