Perekonomian negara-negara Asia Tenggara terus berkembang, terutama Vietnam. Vietnam dinilai menjadi ancaman utama untuk Indonesia dalam perdagangan luar negeri.
"Vietnam bikin kaget banyak orang. Dia tiba-tiba superstar di Asia Tenggara tahun lalu dan mengagetkan dunia menuntaskan perdagangan dengan Uni Eropa, sekaligus 1 dari 12 negara pendiri Trans Pacific Partnership (TPP)," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Ritz Carlton Jakarta, Kamis (6/10).
Menurutnya, Vietnam sukses bukan karena mendadak, tapi hasil kerja keras selama 9 tahun. Berbagai upaya dilakukan pemerintah Vietnam dalam mengembangkan perekonomian negaranya.
"8 tahun lalu mereka kerja keras mengesampingkan ego pribadi ke ego nasional. Karpet merah investor internasional apa yang diinginkan mereka kasih, ditiru, dipelajari apa dari Tiongkok dan Eropa. Kalau bagus dipelajari," katanya.
Selain itu, Vietnam punya akses bebas ke Uni eropa untuk ekspor dengan tarif 0 persen. Sedangkan, Indonesia ekspor ke Eropa dengan tarif 10 sampai 17 persen.
"Bagaimana kita mau bersaing. Kalau di awal kalah tarif 10 sampai 17 persen. Banyak pabrik tutup di Indonesia pindah ke Vietnam," tegasnya.
Kemudian, Vietnam juga sudah mengalahkan Indonesia dalam ekspor non migas. Tahun lalu, ekspor non migas Vietnam mencapai USD 150 miliar, sedangkan Indonesia hanya USD 140 miliar.