Catatan Millward Brown agar branding tak merosot saat ekonomi lambat

Selain inovasi, dekat dengan konsumen juga bisa melindungi merek dagang dari perlambatan ekonomi.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Catatan Millward Brown agar branding tak merosot saat ekonomi lambat
BrandZ 2016. ©Otonomi.co.id/dwi narwoko

Perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia dalam kurun waktu dua tahun belakangan mempengaruhi nilai terhadap merek dagang sebuah perusahaan. Hal itu juga diakui Marketing Director Millward Brown Indonesia Anggra Tidayoh.

"Perlambatan ekonomi tentunya mempengaruhi banyak sektor, beberapa sektor mengalami penurunan yang cukup signifikan. Contoh nya kategori perbankan, di dalan brandz secara overall kategori value brands menurun sebanyak 10%,"ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com di sela-sela acara BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2016 di Jakarta.

Kata dia, dari perlambatan ekonomi ini terlihat brand mana yang masih kuat memegang dan menjaga merek dagangnya untuk tetap bernilai meski terkena dampak dari kejadian tersebut. Dari hasil riset yang dilakukan Millward Brown sendiri, kata dia, banyak perusahaan yang hanya mengalami dampak kecil dari perlambatan ekonomi.

Ia pun mencontohkan Bank BCA dan BRI yang juga terdampak atas perlambatan ekonomi akan tetapi tetap memiliki nilai yang tinggi. Terbukti, keduanya menduduki peringkat teratas dalam BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2016.

Dalam peringkat BrandZ 2016 tersebut, BCA berada di nomor satu dengan nilai merek USD 9,35 miliar atau setara Rp 122,5 triliun (USD 1 = Rp 13.105). Sedangkan, BRI di peringkat kedua dengan nilai merek USD 7,8 miliar atau Rp 102 triliun.

"Tetapi Perusahan yang terus berinvestasi dalam membangun brand, dapat meminimalisir penurunan brand value, contoh nya BCA & BRI yang mampu meminimalisir penurunan di dalam nilai brand value,"terangnya.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan sebuah perusahaan untuk tetap bertahan, maupun memiliki dampak paling sedikit dari perlambatan ekonomi. Beberapa di antaranya ialah dengan terus melakukan inovasi dan menjaga hubungan yang baik dengan konsumen.

"Di penurunan ekonomi, penting bagi perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen dengan meningkatkan kecintaan terhadap brand tersebut, menjadi inovatif adalah salah satu cara untuk membangun kecintaan konsumen terhadap brand," pungkasnya.

Untuk diketahui, Millward Brown Indonesia sendiri ialah agensi riset global dengan spesialis riset efektivitas iklan, komunikasi strategis, media dan brand equity. Mereka menyelenggarakan BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2016 dengan metodologi BrandZ, yakni satu-satunya metodologi yang mengkombinasikan perhitungan ekuitas sebuah merek berdasarkan wawancara ke lebih dari tiga juta konsumen secara global mengenai ribuan merek 'consumer facing' dan B2B.

Rekomendasi