Presiden Joko Widodo menggelar sidang paripurna membahas Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang ditetapkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) di Kantor Presiden, Jakarta. Jokowi menjelaskan RUEN merupakan arah dan peta jalan pembangunan energi hingga 2050.
Untuk itu, sudah saatnya perencanaan dan pembangunan nasional di sektor energi dilakukan lebih komprehensif dan memiliki visi jangka panjang.
"Dan harus menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, Pemda, BUMN, dan stakeholder bersinergi melaksanakan komitmen pembangunan energi kita ke depan," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/6).
Jokowi meminta RUEN dapat menjawab permasalahan energi saat ini dan dapat mengantisipasi perkembangan energi global. Selain itu, rendahnya harga minyak dunia harus menjadi momentum dijadikan peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor energi dan sektor migas dari hulu sampai hilir.
Kemudian, rendahnya harga minyak juga bisa membangun kedaulatan energi untuk cadangan penyangga guna mengantisipasi perkembangan di masa depan.
"Kita juga tidak bisa lagi menunda-nunda program EBT dan pengembangan EBT harus dipercepat lima kali lipat pada 2025 agar bauran EBT mencapai 23 persen. Tidak boleh ada ego sektoral dan pengembangan EBT merupakan komitmen kita bersama, komitmen nasional kita," pungkas Jokowi.