Akibat kekerasan global 2015, setiap warga dunia merugi Rp 24 juta

Secara total, kekerasan global menyebabkan kerugian dunia sebesar USD 13,6 triliun.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi - Reporter
Akibat kekerasan global 2015, setiap warga dunia merugi Rp 24 juta
Ilustrasi Konflik Israel Palestina. ©2014 Merdeka.com

Kekerasan global yang terjadi sepanjang tahun lalu menyebabkan setiap penduduk dunia menanggung kerugian sebesar USD 1.876 atau setara Rp 24,38 juta (asumsi kurs Rp 13 ribu per USD). Itu didasarkan pada studi terbaru yang dikeluarkan Institute of Economic and Peace (IEP).

Secara total, kekerasan global menyebabkan kerugian dunia sebesar USD 13,6 triliun. Setara dengan sebelas kali ukuran investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) global.

Lebih jauh, kekerasan global dalam sepuluh tahun terakhir menyebabkan dampak ekonomi sebesar USD 137 triliun. Itu termasuk dana yang dihabiskan untuk belanja militer.

Lembaga wadah pemikir berbasis di Sidney tersebut menempatkan Islandia sebagai negara paling damai di dunia tahun lalu. Dibuntuti oleh Denmark, Austria, Selandia Baru, Finlandia, Kanada, Jepang, Australia, dan Republik Ceko. Kendati demikian, itu bukan berarti mereka tak memiliki konflik sama sekali.

"Negara paling aman di dunia mungkin hanya memiliki sedikit komitmen untuk mendukung Afghanistan atau Suriah. Baik itu dalam bentuk menjaga perdamaian atau memberikan bantuan," kata Peneliti IEP Thom Morgan kepada CNBC, kemarin.

Terkait itu, hampir satu persen populasi dunia merupakan pengungsi dan orang terlantar. Angka ini meningkat dramatik dalam lebih satu dekade terakhir. Perkiraannya, sepanjang 2007-2016, mencapai 60 juta orang.

Setidaknya ada sembilan negara yang sekitar 10 persen populasinya hidup terlantar. Salah satunya Suriah, negara yang kini paling berbahaya di dunia.

Rekomendasi