Kisah kebangkrutan Detroit kompleks dan unik. Ini membuat sejarah buruk kota terletak di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, tersebut bisa dijadikan pelajaran finansial universal.
Seperti dilaporkan Huffington Post, kemarin, Detroit mengumumkan pailit pada 2013. Anggaran keuangan wilayah pernah mendapat julukan Ibu Kota Otomotif Dunia itu didera persoalan kemerosotan penerimaan yang disebabkan penurunan populasi, krisis finansial dan disinventasi negara bagian. Ditambah, kesalahan fatal dilakukan pejabat pemerintahan Detroit.
Nathan Borney, reporter USA Today, menjelaskan secara detil kebangkrutan Detroit di dalam bukunya bertajuk "Detroit Resurrected: To Bankruptcy and Back". Buku yang dirilis bulan lalu tersebut mengungkapkan bagaimana cara pengelola kota menyusun perjanjian memotong manfaat pensiunan, menyepakati pelunasan utang dengan kreditur, dan mendapatkan ratusan juta dolar bantuan dari lembaga donatur dan negara bagian.
Selain menguliti proses pengadilan kepailitan yang dramatis dan ketegangan negosiasi tertutup, Bomey juga menggambarkan dengan jelas kesalahan finansial masa lalu yang membawa Detroit menemui kenyataan pahit.
Berikut adalah kesalahan finansial Detroit yang bisa dijadikan pelajaran berbagai pihak agar terhindar dari kebangkrutan.
Advertisement
Berutang sekarang, timbulkan beban kemudian
Point of no return atau titik yang membawa dimana Detroit diambang kehancuran adalah pada 2005. Kwame Kilpatrick, Wali Kota Detroit kala itu, menyetujui utang sebesar USD 1,44 miliar untuk menutup lubang program dana pensiun.
Langkah itu ditempuh Kilpatrick agar terhindar dari mengambil kebijakan tak populis namun penting kala itu: Memangkas anggaran belanja untuk menjaga kesehatan finansial Detroit di kemudian hari.
"APa yang mereka lakukan pada 2015 adalah untuk menghindari mengambil keputusan sulit namun perlu untuk melindungi para pensiunan dan menjami keseimbangan anggaran," kata Bomey.
Akibat dari penarikan utang, beberapa tahun kemudian, Detroit mengalami risiko gagal bayar dan harus menempuh negosiasi berdampak merugikan.
Belajar dari pengalaman itu, pakar keuangan menyarankan Anda tak mengambil utang jangka panjang untuk kegiatan tak produktif
Jangan sembunyikan persoalan
Penarikan utang dinilai sebagai cara pemerintah Detroit menyembunyikan persoalan keuangannya ke publik.
"Kwame Kilpatrick ogah mengungkapkan fakta ke warganya, terutama para pensiunan. Dimana, mereka tak mampu lagi membayar jaminan sosial dalam jumlah tertentu," kata Bomey.
Akibatnya, persoalan semakin buruk dan para pensiunan hanya terkejut ketika pemerintah Detroit mengajukan pemangkasan anggaran.
Advertisement
Bikin perencanaan dan harap yang terburuk
Detroit dinilai membuat langkah cerdas selama masa kebangkrutan. Yaitu, ketika memutuskan tingkat pengembalian investasi dana pensiun sebesar 6,75 persen. Terendah di Amerika Serikat kala itu.
"Keluarga yang bertanggung jawab akan mengelola anggaran dengan ekspektasi relatif konservatif. Jika akhirnya mendapat surplus, itu hebat," kata Bomey.
"Jika Anda mengambil pendekatan tak bertanggung jawab dan berharap makin banyak uang datang dari berutang, maka Anda harus menyesuaikan anggaran. Dan penyesuaian itu bisa sangat menyakitkan."
Seimbangkan pembayaran utang dengan investasi
Jika Anda mencoba mengurangi utang, maka cara terbaiknya adalah menyimpan uang untuk antisipasi keadaan darurat dan masa pensiun.
Hingga bangkrut, pemerintah Detroit hanya menggunakan sedikit uang untuk menjaga atau meningkatkan kondisi kota. Empat dari setiap 10 dollar anggaran digunakan untuk pembayaran utang, manfaat pensiun dan jaminan kesehatan. Rasio ini bakal meningkat menjadi 7 dari 10 pada 2020.