Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2015 yang diselenggarakan, PT Holcim Indonesia Tbk memutuskan pemegang saham menyetujui laporan keuangan Holcim Indonesia tahun 2015, penunjukkan kembali Dewan Komisaris dan dividen sebesar Rp 15 per lembar sahamnya dengan rasio pembayaran sebesar 65%.
Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk, Gary Schutz merasa perlu untuk tetap waspada dengan kondisi pasar yang masih belum stabil saat ini serta tetap yakin dengan pertumbuhan yang akan datang.
"Selesainya proses akuisisi PT Lafarge Cement Indonesia pada bulan Februari 2016 semakin memperluas kehadiran Holcim Indonesia untuk wilayah Sumatera serta menambah pangsa pasar dan jangkauan kami," kata Gary di Jakarta, Kamis (26/5).
Gary mengatakan, situasi kelebihan pasokan saat ini, menjadi kekhawatiran perusahaan. "Kami berharap rencana Pemerintah terutama di bidang infrastruktur segera terealisasi tepat waktu dan menyeluruh pada tahun ini. Pertumbuhan infrastruktur serta pembangunan kawasan perumahan guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sangat penting agar Indonesia lebih siap dan mampu bersaing untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," papar Gary.
Gary menekankan bahwa akuisisi PT Lafarge Cement Indonesia, merupakan langkah strategis perusahaan guna meningkatkan pangsa pasar serta memperluas keberadaan serta jangkauan Holcim Indonesia dilengkapi dengan pelayanan dengan nilai tambah kepada pelanggan di dua pasar semen terbesar di Sumatera dan Jawa yang memiliki potensi terbesar untuk dikembangkan.
Akuisisi ini juga sekaligus mengatasi permasalahan kekurangan pasokan yang ada di pasar Sumatera Utara dengan ketersediaan pasokan dari pabrik Tuban di Jawa Timur. Holcim Indonesia juga telah merampungkan pembangunan terminal semen di Lampung untuk melayani wilayah Sumatera Selatan di tahun 2016.